Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 22 Agustus 2026

Iran Kirim Kapal Perang ke Perbatasan Laut AS

- Senin, 10 Februari 2014 18:09 WIB
1.171 view
 Iran Kirim Kapal Perang ke Perbatasan Laut AS
SIB/int
Kapal perang Iran
Teheran (SIB)- Komandan Angkatan Laut senior Iran mengumumkan bahwa negara itu telah mengirim beberapa armada kapal perangnya ke perbatasan maritim Amerika Serikat. "Armada Angkatan Laut Iran sudah dalam perjalanan menuju Samudra Atlantik melalui perairan dekat Afrika Selatan," kata Komandan Armada Utara Angkatan Laut Iran Laksamana Afshin Rezayee Haddad, Sabtu (8/2/2014).

Laksamana Afshin, yang juga komandan Zona 4 Angkatan Laut Iran, itu mengatakan, "Armada militer Iran mendekati perbatasan maritim Amerika Serikat, dan langkah ini memiliki pesan." Pada bulan September 2012, Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Habibollah Sayyari menegaskan rencananya untuk berlayar di lepas pantai AS guna melawan kehadiran AS di perairannya, di Teluk Persia.

Sayyari sebelumnya telah memberi informasi tentang rencana Teheran mengirim pasukan angkatan lautnya ke Atlantik untuk ditempatkan di sepanjang perbatasan laut AS. Lalu, pada September 2012, dia mengatakan bahwa ini akan terjadi "dalam beberapa tahun mendatang".

Pengiriman kapal perang ini merupakan bagian dari respons Iran atas meningkatnya kehadiran Angkatan Laut AS di Teluk Persia. Armada kelima Angkatan Laut AS berpangkalan di Bahrain--di seberang Teluk Persia dari Iran, dan Amerika Serikat telah melakukan dua latihan perang maritim besar dalam dua tahun terakhir.

Di Washington, seorang pejabat keamanan yang berbicara tanpa bersedia namanya disebutkan meragukan klaim bahwa kapal-kapal Iran sedang bergerak ke dekat perbatasan maritim AS. Tetapi pejabat itu menambahkan  bahwa "kapal-kapal bebas beroperasi di perairan-perairan internasional."
 
AS dan sekutu-sekutunya secara reguler melakukan pelatihan angkatan laut di Teluk itu, dan mengatakan mereka ingin menjamin kebebasan navigasi di perairan itu, tempat 40 persen dari ekspor minyak dunia diangkut. Fasilitas-fasilitas militer AS di kawasan itu termasuk satu pangkalan untuk Armada V di Kerajaan Arab Teluk, Bahrain.

Iran menganggap Teluk itu sebagai wilayahnya dan yakin pihaknya memiliki kepentingan sah untuk memperluas pengaruhnya di sana. Para pejabat Iran sering mengatakan Iran dapat memblokir Selat Hormuz, di muara Teluk itu, apabila terjadi serangan militer menyangkut program nuklirnya yang disengketakan, dan pelatihan perang negara-negara Barat di kawasan itu dianggap oleh Iran sebagai satu usaha untuk pencegah terhadap tindakan seperti itu.

Fars melaporkan Angkatan Laut Iran telah memperkuat kehadirannya di perairan-perairan internasional sejak tahun 2012, secara reguler mengoperasikan kapal-kapal di Samudra India dan Teluk Aden untuk melindungi kapal-kapal Iran  dari perompak-perompak Somalia yang beroperasi di daerah itu.

Sementara departemen Luar Negeri Rusia mengkritik daftar hitam pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini terhadap para individu dan organisasi-organisasi yang terkait dengan program nuklir Iran. Langkah ini merupakan pelanggaran langsung terhadap kesepakatan November lalu yang dicapai di Jenewa oleh para perunding Teheran dan perunding internasional, termasuk Amerika Serikat. "Kita melihat langkah ini sebagai tidak dapat diterima dan merupakan pelanggaran hukum internasional," kata kementerian itu dalam satu pernyataan seperti yang dikutip RIA Novosti.

Departemen Keuangan AS mengumumkan Kamis lalu bahwa mereka menambahkan entri baru ke dalam daftar hitam orang-orang dan organisasi-organisasi yang dituduh mendukung program nuklir Iran. Republik Islam telah lama mengklaim program nuklirnya adalah untuk tujuan damai, tetapi negara-negara Barat khawatir itu bisa digunakan untuk memproduksi senjata atom.

Pembaruan daftar hitam AS termasuk individu-individu dan organisasi-organisasi yang berbasis di Turki, Spanyol, Jerman, Georgia, Afghanistan, Iran, Uni Emirat Arab dan Liechtenstein. Ekspansi serupa blacklist pada Desember juga mendorong protes di Moskow dan Teheran. (Ant/AFP/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru