Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 22 Agustus 2026

DK PBB Gelar Sidang Mendadak, AS Desak Rusia Tarik Pasukan dari Ukraina

- Senin, 03 Maret 2014 21:23 WIB
831 view
DK PBB Gelar Sidang Mendadak, AS Desak Rusia Tarik Pasukan dari Ukraina
Sib/ap photo
Konvoi kendaraan Rusia bergerak meninggalkan Sevastopol menuju Sinferopol, Crimea, Ukraina. parlemen Rusia, Minggu (2/3) menyetujui pengiriman pasukan militer ke Ukraina.
Amerika Serikat (SIB)- Amerika Serikat menyeru Rusia menarik pasukannya dari Ukraina sementara Kiev mendesak Dewan Keamanan PBB segera melakukan tindakan untuk menghentikan krisis itu.

Ketika para anggota parlemen Rusia menyetujui aksi militer di Ukraina dan Kiev memperingatkan pasukan Rusia memasuki Krimea, para diplomat berkumpul di Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara untuk melakukan perundingan mendadak di New York.

Duta besar Amerika Serikat untuk PBB, Samantha Power, yang menyebut persetujuan perlemen Rusia "sebagai berbahaya karena itu dapat menimbulkan ketidakstabilan" dan menuduh Moskow bertindak tanpa dasar hukum.

"Pesan itu adalah menarik pasukan Anda. Marilah melakukan pendekatan dan dialog politik dengan pemerintah Ukraina," kata Power.

"Pendudukan, kehadiran militer di Krimea adalah satu pelanggaran hukum internasional dan kita harus berkepala lebih dingin dan mencari satu jalan keluar yang damai menyangkut krisis ini."

Power menyeru para pemantau dari PBB dan Organisasi bagi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) dikirim ke Ukraina dan mendukung misi penengahan internasional yang terpisah ke Krimea.

"Pasukan militer tidak akan pernah dapat mengatasi krisis ini," katanya.

Sekjen PBB  Ban Ki-moon yang berbicara dengan pemimpin Rusia Vladimir Putin melalui telepon, mengatakan ia "sangat prihatin" dengan kejadian-kejadian baru-baru ini menyangkut kedaulatan Ukraina.

"Perlu memulihkan kembali ketenangan dan meneruskan usaha untuk meredakan ketegangan," kata Ban dan menyerukan Putin segera melakukan dialog langsung dengan pihak yang memerintah di Kiev.

Sidang terbuka Dewan Keamanan PBB itu diselenggarakan setelah dua jam perdebatan mengenai apakah mengizinkan kamera-kamera berada di dalam atau tidak. Sidang itu kemudian dimulai dengan satu imbauan emosional dari Kiev.

"Kami menyeru Dewan Keamanan PBB sekarang melakukan segala yang mungkin untuk menghentikan agresi Federasi Rusia terhadap Ukraina. Masih ada satu peluang," kata Dubes Ukraina Yuriy Sergeyev.

Ia menuduh Moskow melakukan agresi terhadap Ukraina dan mengklaim bahwa lebih banyak pasukan Rusia tiba.

Ukraina juga menuntut penggelaran para pemantau internasional dan mengatakan Rusia "melanggar secara kejam prinsip-prinsip dasar piagam PBB."
"Kami mendesak semua negara anggota PBB menunjukkan solidaritas dengan negara Ukraina untuk meindungi kedaulatan dan integritas  negara itu," kata Sergeyev.

Menteri Pertahanan Ukraina Igor Tehnyukh Sabtu menuduh Rusia mengirim 6.000 tentara tambahan ke Krimea.

Puluhan pria bersenjata pro-Rusia dalam pakaian tempur lengkap  berpatroli  dekat  pusat pemerintahan di ibu kots Krimea, Simferopol.

Pria-pria bersenjata serupa menguasai parlemen dan gedung-gedung pemerintah Kamis dan menduduki bandar udarsnus dan satu pangkalan militer terdekat, Jumat.

"Kami menganggap tidak ada pembenaran bagi aksi militer Rusia di Krimea atau di tempat lain Ukraina," kata  dubes Inggris Mark Lyall Grnt kepada wartswan setelah sidang Dewan Keamanan PBB di New York itu.

"Kami mendengar dari mereka  kegiatan-kegiatan itu tidak dapat dibenarkan."

Dalam sidang terbuka  itu, utusan Rusia mengecam dukungan Barat kepada para pemrotes yang menggulingkan Presiden Viktor Yanukovych  yang didukung Rusia dan mengatakan Putin belum memutuskan untuk menggunakan pasukan.

"Saya mengulangi kembali apa yang dikatakan Wakil Sekjen Jan Eliaso sama sekali tidak benar, kami memerlukan kepala lebih dingin," kata Dubes Rusia Vitaly Churkin.

Dubes AS untuk Ukraina, Robert Serry mengatakan ia akan ke Jenewa dan tidak akan mengunjungi wilayah Krimea karena alasan-alasan logistik seperti yang diminta oleh Ban setelah perudingan mendadak  Jumat.

Ia kini berencana akan memberikan laporan kepada Ban dan melakukan diskusi bersama mengenai "langkah-langkah ke depan." (Ant/AFP/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru