Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 22 Agustus 2026

Kelompok Politik Sudan Bentuk Gerakan Perubahan

- Senin, 10 Maret 2014 11:07 WIB
397 view
Kelompok Politik Sudan Bentuk Gerakan Perubahan
Khartoum (SIB)- Satu kelompok politik Sudan termasuk komunis, Islam dan nasionalis Arab, Sabtu, mengumumkan pembentukan Gerakan Nasional bagi Perubahan (NMC), dalam upaya membentuk pemerintah yang lebih inklusif bagi negara itu.

Tujuan kelompok itu ialah menantang pemerintah Presiden Omar al-Bashir, yang didominasi etnik Arab, yang selama bertahun-tahun memerangi pemberontakan etnik yang dipicu oleh keluhan pengabaian ekonomi dan politik oleh pemerintah pusat di Khartoum.

Konflik-koflik itu termasuk pemberontakan 11 tahun di wilayah Darfur Barat dan oleh pemberontak Gerakan Pembrbasan Rakyat Sudan-Utara (SPLM-N), yang dimulai hampir tiga tahun lalu, di daerah-daerah Pegunungan Nuba, Kordofan Selatan, dan Blue Nile.  Dan pada tahun 2011 Sudan Selatan, yang sebagian besar penduduknya beragama Kristen dan animis, melepaskan diri dari Sudan setelah perang saudara yang berlangsung sejak negera itu merdeka.

"Masalah Sudan,tidak hanya di Darfur, juga tidak di Blue Nile. Juga tidak di Pegunungan Nuba, sesungguhnya adalah di Khartoum," kata Khalid Tigani, pendiri Gerakan bagi Perubahan itu kepada AFP di sela-sela konferensi pers pertama kelompok itu.

Tigani dan tujuh intelektual Islam lainnya semula mengumumkan gerakan itu Oktober, yang bertujuan untuk berusaha membentuk satu pemerintah yang mengikut sertakan berbagai kelompok, multi agama dan multi budaya dalam satu diskusi tentang masa depan Sudan. Dokumen pembentukan organisasi itu berisikan satu kelompok 28 penandatangan.

"Sebagian besar mereka bukan Islam," kata Tigani. "Kami  memiliki orang dari gerakan Arab nasional, beberapa bekas anggota komunis,ada yang berasal dari mantan pemberontak SPLM-North ,jadi kami memiliki anggota-anggota yang berbeda dari latar belakang berbeda. Pemerintah Bashir berkuasa 25 tahun lalu dalam satu kelompok yang didukung Islam.

Dihadapi dengan ekonomi yang ambruk, perpecahan dalam partai yang berkuasa pimpinannya dan seruan mendesak bagi reformasi dari kelompok oposisi, Bashir Januari menyerukan satu diskusi politik nasional yang luas dan "kebangkitan kembali".

Tetapi Kigani mengatakan dialog pemerintah nampaknya untuk "tujuan-tujuan pemilihan" yang memerlukan satu pandangan terinci akar krisus itu,dan bagi seluruh rakyat Sudan untuk memiliki peran dalam menentukan masa depan negara. Salah satu dari tujuan-tujuan gerakan ini adalah  mengatasi perbedaan antara pihak sekuler dan Islam," kata Abdul Aziz A-Sawi, mantan pemimpin Partai Baath dalam jumpa wartawan itu. (Ant/AFP)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru