Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Serangan Paris Dibahas di Sela-sela KTT G20

- Selasa, 17 November 2015 11:34 WIB
121 view
Serangan Paris Dibahas di Sela-sela KTT G20
Antalya (SIB)- Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas perang Suriah dan serangan Paris di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Antalya, Turki. Gedung Putih mengatakan kedua pemimpin sepakat bahwa konflik di Suriah mendesak dicarikan jalar keluar menyusul serangkaian serangan serantak di Paris yang sejauh ini menewaskan 129 orang dan melukai ratusan orang. Kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan di ibu kota Prancis tersebut.

Disebutkan dua pemimpin negara-negara besar itu setuju perlunya gencatan senjata dan transisi politik di Suriah. Obama menyambut segala usaha untuk menentang ISIS dan menyerukan kepada Rusia untuk memusatkan perhatian pada kelompok itu dalam operasinya di Suriah.

Namun seorang pejabat Rusia mengatakan negaranya dan Amerika masih mempunyai perbedaan tentang taktik yang seharusnya digunakan dalam memerangi ISIS. Pertemuan Presiden Obama dan Presiden Putin di Turki ini tercatat yang pertama sejak Rusia melancarkan serangan udara di Suriah September lalu.

Sepakat Galang Kekuatan Perangi ISIS
Selain dengan Rusia, Amerika Serikat (AS) dan Turki juga berjanji akan bersama Prancis untuk menumpas kelompok militan ISIS. AS juga akan meningkatkan kekuatannya dalam menumpas jaringan jihadis tersebut. "Kedua pemimpin sepakat untuk menunjukkan solidaritas kepada Prancis dalam melacak pelaku serangan di Paris dan akan meningkatkan kekuatan untuk menumpas jaringan jihadis tersebut," kata Presiden AS Barack Obama di sela-sela pertemuan KTT G-20 di Antalya, Turki seperti dilansir dari AFP, Minggu (15/11).

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga menyampaikan kesedihan atas teror di Paris. "Terorisme tidak memiliki kewarganegaraan atau agama. Semua terorisme buruk. Kita semua harus mengesampingkan perasaan bahwa teroris kami buru dan teroris Anda baik," ucapnya.
Aksi teror mencekam melanda kota mode Paris, Prancis, Jumat (13/11) tengah malam. Kejadian tersebut terjadi di tanggal yang dikenal dengan istilah horor Friday the 13th. Delapan pelaku yang disebut pejihad ISIS beraksi di 6 lokasi berbeda di Paris saat itu. Sebanyak 129 orang tewas dalam serangan tersebut.
Dua Pelaku Telah Teridentifikasi

Kejaksaan Prancis telah mengidentifikasi dua penyerang yang terlibat dalam serangan berdarah di Paris, Prancis, Jumat (13/11) tengah malam. Termasuk yang sebelumnya masih menjadi terduga. "Samy Amimour terlibat dalam pembantaian 89 orang di gedung konser Bataclan," kata seorang jaksa seperti dilansir dari AFP, Senin (16/11). Selain itu ada pula Ahmad Al Mohammad yang menjadi pelaku. Dia diketahui membawa paspor Suriah yang saat ini keaslian paspor tersebut masih diselidiki oleh pihak berwenang.

Sebelumnya diberitakan satu paspor ditemukan di lokasi bom bunuh diri di Paris, Prancis. Paspor tersebut milik seseorang bernama Ahmad al Mohammad yang datanya cocok dengan sidik jari diduga pelaku teror di lokasi. "(Ditemukan) dekat tubuh salah satu pelaku penyerangan," kata salah seorang petugas kepolisian Prancis. Seorang petugas yang enggan disebut namanya kemudian mengonfirmasi temuan paspor di Stade de France. Paspor itu atas nama Ahmad al Mohammad yang lahir pada 10 September 1990. (AFP/dtc/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru