Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026

Kapoldasu Kunker ke Toba Samosir, Diberi Marga Siagian

* Ajak Masyarakat Tetap Menjaga Adat Istiadat dan Budaya
- Sabtu, 26 November 2016 19:34 WIB
303 view
Kapoldasu Kunker ke Toba Samosir, Diberi Marga Siagian
SIB/Eduwart MT Sinaga
Kapoldasu Irjen Pol dr H Rykco Amelza Dahniel MSi didampingi Ketua Bhayangkari Sumatera Utara, menlakukan ku7njungan Kerja ke Kabupaten Toba Samosir, Kamis (24/11),
Tobasa (SIB)- Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel MSi didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Utara, kunjungan kerja ke Kabupaten Toba Samosir, Kamis (24/11). Pada saat itu, orang nomor satu ini ditabalkan marga kehormatan dari marga Siagian dan Ketua Bhayangkara Sumut menjadi boru Sitorus di Pendopo Rumah Dinas Bupati Toba Samosir. Selain pemberian marga kehormatan, Kapoldasu juga melakukan dialog dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda.

Bupati Toba Samosir Darwin Siagian pada saat penyambutan Kapoldasu yang didampingi sejumlah pejabat teras Poldasu, menyampaikan kebanggaannya atas kunjungan kerja yang dilakukan.

"Kehidupan antar umat beragama sangat baik di sini. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait kerukunan antar umat beragama dan juga masalah keamanan," sebut Bupati Toba Samosir saat menyampaikan sambutan mewakili elemen masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Toba Samosir menyampaikan program dan juga langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Pusat terkait pengelolaan kawasan Danau Toba oleh Badan Otorita Danau Toba.

Kapoldasu menyampaikan apresiasinya atas upacara adat yang sangat berharga itu. "Ini suatu kehormatan, dimana saya diberi marga Siagian. Begitu juga dengan isteri saya menjadi boru Sitorus. Atas ini semua, saya menyampaikan terimakasih," sebut Kapoldasu.

Tidak lupa lulusan terbaik Akpol diangkatannya ini juga menyampaikan, melalui upacara adat yang sangat berharga ini, dirinya bisa memetik makna tentang adat istiadat serta budaya itu sendiri. Selain menjadi suatu kehormatan, lebih dari itu, walaupun berbeda suku dan juga agama, beliau terkesan dengan keramahtamahan yang diberikan masyarakat Tobasa.

"Keramahtamahan masyarakat ini, merupakan potensi yang besar bagi bangsa kita. Melalui adat istiadat dan budaya, rasa kekeluargaan dan serta  toleransi. Nilai-nilai rasa kekeluargaan dan toleransi inilah yang dikristaliasi menjadi nilai-nilai luhur bangsa. Kuatnya kekerabatan (rasa kekeluargaan) yang kita bangun, menjadi pondasi kita dalam melaksanakan hubungan sosial yang baik dengan sesama masyarakat," ujar Kapoldasu.

Oleh karenanya, lanjutnya, warga diharapkan secara bersama-sama menjaga adat istiadat dan budaya itu sendiri. Karena adat-istiadat dan budaya ini, salah satu cara ataupun upaya untuk menghempang upaya-upaya dalam menghancurkan peradaban manusia. (F01/h)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru