Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 09 September 2026

Pengaspalan Jalan Terlihat Asal Jadi di Desa Sekoci Besitang, Langkat

- Kamis, 26 Januari 2017 20:13 WIB
827 view
Pengaspalan Jalan Terlihat Asal Jadi di Desa Sekoci Besitang, Langkat
SIB/Lesman Simamora
Proyek aspal Lapen terkesan asal jadi di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang.
Besitang (SIB) -Proyek pengaspalan jalan lapis penetrasi Makadam (Lapen) dengan sumber dana APBD Langkat tahun anggaran 2016 di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kab Langkat terlihat asal jadi.

Melihat ruas jalan yang baru diaspal Lapen dalam kondisi memprihatinkan, sejumlah warga Kecamatan Besitang meminta Dinas Bina Marga PU Langkat bertanggungjawab atas pelaksanaan proyek dengan memerintahkan pihak rekanan segera memperbaiki jalan yang rusak.

"Warga di desa ini kesal dan kecewa karena proyek pengaspalan jalan dinilai tak sesuai bestek. Beberapa titik ruas jalan terkesan tidak padat dan bergelombang, juga aspalnya telah hancur lebur," ujar Suparmin kepada SIB, Selasa (24/1) di Besitang.

Diakatakan, jika pengaspalan jalan yang rusak tersebut tidak diperbaiki, maka uang negara yang dihabiskan untuk membangun proyek  diperkirakan mencapai satu miliar rupiah tersebut akan mubajir alias terbuang percuma, ucapnya.

Senada dengan itu, Ramlan salah seorang warga menyatakan, banyak masyarakat merasa kecewa melihat kondisi proyek tidak beres, tapi mereka tidak tahu mengadu ke mana. "Saya minta tolong kepada SIB untuk menyoroti proyek ini," pintanya.

Siapa yang tidak kesal melihat kondisi proyek seperti itu, baru dikerjakan tapi sudah mengalami kerusakan. Salah satu faktor yang menyebabkan mutu proyek rendah tidak terlepas dari pengawasan dari Dinas PU, ucapnya dengan nada kesal.

Menurut dia, selain proyek pengaspalan Lapen di Desa Sekoci yang tidak beres, juga beberapa proyek pengaspalan berlokasi di desa lainnya di Kecamatan Besitang juga mengalami nasib yang sama. Untuk itu, diminta kepada aparat penegak hukum agar segera menginvestigasi lapangan seraya melakukan penyelidikan.

Ramlan mengatakan, jika dalam waktu dekat tidak ada upaya pembenahan terhadap proyek yang dinilai bermasalah ini, maka warga akan mengadukan perihal ini ke DPRD Langkat dan sekaligus melakukan aksi demo ke Dinas PU Langkat. " Ultimatum ini akan kami buktikan, jika aspirasi masyarakat tidak di dengar, terangnya. (B05/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru