Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Lapangan Sisingamangaraja Balige Tidak Terawat

- Senin, 20 Februari 2017 18:20 WIB
511 view
Lapangan Sisingamangaraja Balige Tidak Terawat
SIB/Eduwart MT Sinaga
KURANG TERAWAT: Inilah lapangan Sisingamangaraja Balige yang sering digunakan untuk kegiatan Pemkab Tobasa, namun kurang terawat. Butuh perhatian serius Pemkab untuk membenahi lapangan kebanggaan masyarakat Tobasa, khususnya Balige itu. Foto dipetik, Sabt
Tobasa (SIB) -Belakangan ini, Lapangan Sisingamangaraja Balige tampak tidak terawat. Banyak kerusakan mulai dari fisik lapangan hingga tribun yang sudah keropos. Padahal, lapangan yang berada di ibu kota Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) itu merupakan sarana olahraga serta pusat berbagai kegiatan pemerintah di Tobasa.

"Lapangan Balige ini sepertinya luput dari perhatian pemerintah. Padahal, lapangan ini pusat kegiatan atau berbagai even pemerintah daerah ini dan lapangan kebanggaan masyarakat Tobasa, khususnya Balige," tutur R Sianipar warga Balige saat bertemu di Lapangan Sisingamangaraja Balige, Sabtu (18/2).

Menurutnya, banyak hal yang perlu dilakukan untuk lapangan tersebut. Seperti kursi di tribun, atap tribun yang keropos dan beberapa atap sudah bocor, perbaikan rumput lapangan, juga  lokasi parkir yang memadai.

"Bicara lapangan ini, saya teringat beberapa lapangan di luar daerah yang tertata baik dan dilengkapi sarana olahraga serta taman-taman bermain. Layaknya sebuah objek wisata keluarga," timpal Charles MT Sitohang yang merupakan Ketua DPD IPK Tobasa ketika dimintai tanggapannya.

Selain itu, dia juga berharap agar lapangan tersebut tidak lagi dijadikan sebagai lokasi transaksi jual beli kerbau setiap pekan pada hari Jumat. Menurutnya, pemerintah setempat seyogianya memfasilitasi satu tempat yang nyaman untuk lokasi jual beli kerbau. Selain menjaga kebersihan dan keindahan lapangan, juga untuk memaksimalkan PAD dari pemakaian lapangan tersebut.

"Apalagi setiap hari Jumat,  jalan di sekitar Lapangan Sisingamangaraja itu macet. Kondisi itu menghalangi akses masuk objek wisata Lumban Bulbul. Meski hari pekan, harusnya para pedagang ditata dengan baik agar tidak mengganggu masyarakat lainnya. Atau kalau memungkinkan, lokasi pekan tersebut dipindahkan ke tempat yang lebih nyaman. Pandangan nyaman, pengunjung nyaman dan masyarakat sekitar juga nyaman," katanya.(F01/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru