Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Anggaran Minim, Tahanan Kelaparan Saat Sidang di PN Simalungun

- Selasa, 21 Februari 2017 18:28 WIB
166 view
Anggaran Minim, Tahanan Kelaparan Saat Sidang di PN Simalungun
Esron Ginting SH
Simalungun (SIB) -Tahanan Pengadilan Negeri (PN) Simalungun dipastikan harus menahan lapar jika akan disidangkan di kantor Pengadilan tersebut. Karena minimnya dana yang diperuntukkan bagi makan tahanan di pengadilan tersebut.

Pihak pengadilan berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk setiap masyarakat pencari keadilan termasuk para tahanan. "Tapi apalah daya kami atasan sudah merealisasi dana terlalu minim," kata sekretaris PN Simalungun Esron Ginting SH yang dikonfirmasi wartawan, Senin (20/2) di kantornya. Saat ini untuk  makan tahanan tahun 2017, hanya ditampung Rp.9 juta setahun. Pemangkasan anggaran dilakukan MA RI dari sebelumnya 2016 mencapai hingga Rp.20 juta lebih.

"Sedangkan Rp 20 juta tidak bisa untuk makan selama 12 bulan, karena tahanan di Simalungun per harinya mencapai 25 hingga 40 orang. Maka dengan dana yang ada saat ini, kami hanya bisa mengupayakan kue (snack) dan minuman air mineral saja," jelasnya.

Pantauan wartawan di Pengadilan Negeri Simalungun, setiap harinya tahanan harus sudah sampai pukul 10.00 wib untuk disidangkan dengan 3 ruang sidang.
Banyaknya tahanan yang akan disidang juga tidak dapat maksimal dengan 3 ruang sidang maka tahanan harus cepat diambil dari lapas.

Dengan pemangkasan biaya tahanan dari MA, semakin bertambah sulit, tahanan akan dijemput dari Lapas setelah makan siang di Lapas dan tiba di PN Simalungun sekira pukul 12.30 wib. Otomatis, banyak tahanan batal disidang tidak sempat dengan jam kantor hingga pukul 16.30. Bahkan persidangan bisa digelar hingga pukul 17.00 wib atau lebih.

Jika tahanan sampai pukul 10.00 wib, maka tahanan harus tahan lapar karena tidak dapat makan. Saat akan dikembalikan ke Lapas sudah lewat makan dan jatah hilang.

Diakui sekretaris yang juga merasa kesulitan untuk menggunakan anggaran yang minim tersebut. "Jika rata-rata sebungkus nasi Rp.10 ribu saja untuk 25 orang tahanan per hari maka sehari sudah 250 ribu. Jadi seminggu (Senin hingga Kamis) sudah Rp 1 juta dan sebulan sudah 4 juta, maka tahanan makan hanya sekitar 3 bulan saja," ungkapnya.

"PN Simalungun tidak tahu mengapa anggaran dipotong dari MA. Meski kami sudah berupaya mengusulkan yang standar, tapi inilah yang ada dari atas," jelas Esron.(C02/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru