Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026
Pimpinan Gereja di P Siantar :

Budaya Merupakan Anugerah dari Tuhan dan Harus Dilestarikan

- Rabu, 22 Februari 2017 18:31 WIB
6.877 view
Pematangsiantar (SIB) -Budaya atau adat istiadat merupakan anugerah/pemberian Tuhan bagi umat manusia, tidak ada bangsa di permukaan bumi ini yang tidak mempunyai budaya, karena budaya itu merupakan warisan dari Tuhan kepada umat manusia.

Demikian keterangan Pdt Dr SM Tampubolon STh, Ketua GPDI (Gereja Pentakosta Di Indonesia) Pusat dan Pdt Riando Napitupulu STh, Wakil Ketua GBI (Gereja Bethel Indonesia) Sumut-Aceh dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (21/2). "Karena budaya itu pemberian/anugerah Tuhan maka adat istiadat harus diwariskan kepada generasi muda/generasi penerus", ujar kedua pendeta.

Kata Pdt SM Tampubolon, budaya itu adalah anugerah dari Tuhan maka setiap kegiatan budaya tidak boleh bertentangan dengan firman Tuhan dan wajib diwariskan kepada generasi penerus/generasi muda, agar mereka tidak kehilangan identitas. Menurutnya acara pemberian ulos atau pemberian "Jambar" dalam satu kegiatan pesta diperbolehkan dan tidak bertentangan dengan budaya, namun acara pemberian rokok dan "demban" di pekuburan keluarga jelas bertentangan dengan firman Tuhan, karena tidak ada lagi hubungan orang yang hidup dengan orang yang sudah meninggal dunia.

Sementara Pdt Riando Napitupulu menambahkan bahwa budaya adalah bagian tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Ditegaskannya, budaya itu adalah anugerah dari Tuhan yang harus disyukuri, sebab hal itu membuktikan betapa kaya dan kreatifnya Tuhan sebagai sang pencipta.

Namun, pada acara keluarga di pekuburan orangtuanya misalnya sebagai orang Kristen, kita tidak dapat meminta berkat dari keluarga yang telah meninggal dunia, tidak ada lagi hubungan orang hidup dengan orang mati.

Seperti tertulis dalam Markus 7,6-8 berbunyi "Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya padahal hatinya jauh dari padaKu". Artinya jangan kiranya kita melaksanakan ibadah hanya secara lahiriah saja, tetapi harus dengan segenap hati. Karena sebagai orang Kristen jangan lagi melakukan kegiatan budaya atau adat istiadat yang bertentangan dengan firman Tuhan, ujarnya. (R-22/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru