Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Mahasiswa Agroteknologi FP UNITA Field Trip ke Kebun Percobaan Tongkoh Berastagi

* Di Sipahutar Laksanakan Abdimas Sosialisasikan Budidaya Nenas
- Rabu, 22 Februari 2017 19:12 WIB
389 view
Mahasiswa Agroteknologi FP UNITA Field Trip ke Kebun Percobaan Tongkoh Berastagi
SIB/Dok
BUSUK AKAR: Rektor UNITA Ir Adriani Siahaan MP, didampingi PR II Arta Junita Hutahayan SP MSi, saat memeriksa tanaman nenas yang terserang penyakit busuk akar dilahan perkebunan warga, di Desa Siabal-abal II, Sipahutar, Taput, saat melaksanakan kegiatan A
Taput (SIB) -Untuk memperdalam wawasan guna memenuhi kompetensi calon lulusannya serta menjalin kerjasama dalam hal Praktek Kerja Lapangan (PKL) maupun di penelitian, mahasiswa Program studi (prodi) Agroteknologi Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) melaksanakan field trip (study wisata), Jumat (3/2), ke Kebun Percobaan Balai Penelitian Sayur, di Desa Tongkoh Berastagi, Kabupaten Karo.

Bersama sejumlah dosen fakultas turut dihadiri Rektor UNITA Ir Adriani Siahaan MP, yang sekaligus sebagai pengajar di FP UNITA, rombongan mahasiswa/i yang berjumlah 56 orang terdiri dari semester 3, 5 dan 7 itu setibanya di lokasi disambut kepala kebun percobaan, Edison Bangun didampingi Kepala Bagian Tata Usaha marga Sinaga beserta 4 peneliti yang bertugas di kebun percontohan tersebut.

Mewakili pihak pengelola kebun percobaan, Edison Bangun menjelaskan, saat ini Kebun Percobaan Tongkoh Berastagi sedang menguji penanaman bawang merah menggunakan biji, dimana umumnya untuk membiakkan bawang merah masih menggunakan umbi. Selanjutnya, penanaman bawang merah untuk menghasilkan biji dibantu serangga penyerbuk seperti lebah madu.

Saat peserta field trip diajak melihat-lihat sekitar kebun percobaan dengan membagi mahasiswa/i dalam 4 kelompok belajar, Edison menerangkan pihaknya saat ini sedang mengerjakan media tanam untuk tanaman hortikultura yakni pembuatan sekam padi yang nantinya dijadikan media tanam untuk cabai.

"Kegiatan kita di sini untuk mendukung program Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian yaitu membagikan 20 ribu bibit cabai setiap bulannya kepada masyarakat. Kemudian mengunjungi laboratorium kultur jaringan yang saat ini sedang membiakkan kentang dengan kultur jaringan dan memproduksi bibit kentang G0, diuji di rumah kasa untuk menghasilkan bibit G1, selanjutnya ditanam menjadi bibit G2," jelas Edison.

Usai melakukan berbagai pengamatan, para peserta field trip menerima benih bawang merah berasal dari biji serta benih cabai dari varietas terbaru dari Balai Penelitian Sayur, Tongkoh Berastagi. Selanjutnya, UNITA diwakili Dekan Pertanian Ir Rosmalina menyerahkan cinderamata.

Pada kesempatan itu, pihak Balai Penelitian Sayur Berastagi mengusulkan agar FP UNITA ke depan membuat kerjasama serupa bersama Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian Pusat di Lembang yang menangani tentang Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu), Balai Penelitian Tanaman Sayur (Balitsa), Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) dan Balai Penelitian Tanaman Jeruk (Balitjer).

Sementara, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) yang dilakukan FP UNITA di Desa Siabal-abal II, Kecamatan Sipahutar, Tapanuli Utara (Taput) pada Sabtu (11/2) lalu, menyosialisasikan budidaya (pola tanam), hama penyakit dan pasca panen nenas kepada petani nenas yang dibawakan 3 pembicara dari dosen FP UNITA, yakni Ir Adriani Siahaan MP, Arta Junita Hutahean SP MSi (Pembantu Rektor II) dan Ir Rosmalina Sinaga MP.

Dalam sosialisasi, kegiatan Abdimas yang dikaitkan dengan PKL mahasiswa/i FP saat meninjau lahan nenas milik warga yang sering diserang hama/penyakit hingga menyebabkan kematian pada tanaman nenas itu, dibagi 6 kelompok yang masing-masing kelompok membuat bahan berupa pupuk organik dan pestisida organik bertujuan agar petani mengurangi pupuk kimia terhadap tanaman. Selanjutnya, bahan tersebut diserahkan kepada para petani yang hadir. (F03/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru