Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Sadis, Janda Tewas Digorok di Karo

- Rabu, 22 Februari 2017 19:31 WIB
1.141 view
Sadis, Janda Tewas Digorok di Karo
SIB/Sonry Purba
Personil Polres Karo mengevakuasi jenazah korban ke RSU Kabanjahe untuk dilakukan autopsi, Selasa (21/2)
Tanah Karo (SIB) -Wikirana (36) alias Manohara, seorang janda warga Desa Tongkoh Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi leher nyaris putus, diduga digorok oleh orang tak dikenal (OTK) di kediamannya, Selasa (21/2).

Korban ditemukan di dalam kamarnya dengan posisi terlentang dan kamar acak-acakan. Dan kasur dalam keadaan penuh bercak darah. Kasus itu telah ditangani petugas Polres Karo.

Informasi diperoleh di lapangan, korban pertama kali ditemukan tewas oleh Ita br Simanjorang (32) warga setempat sekira pukul 12.00 WIB.

"Pada saat itu saya memasuki rumah korban dalam keadaan pintu terbuka untuk membeli keperluan dapur dan memanggil Wikirana yang akrab dipanggi Manohara di desa itu. Tapi korban tidak menyahuti, lantas saya masuk ke kamar korban, ternyata dia telah meregang nyawa. Dan di kamar mandi ditemukan golok," katanya.

Atas kejadian itu, Ita br Simanjorang memberitahukan ke tetangga terdekat dan diteruskan ke Pos Polisi Dolat Rayat. Mendapat laporan dari masyarakat, personil Polsek Tiga Panah dan Polres Karo beserta tim Identifikasi menuju lokasi dengan membuat Police Line serta melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Para warga berdatangan ke rumah korban untuk melihat kasus pembunuhan itu.

Informasi lain menyebutkan, Wikirana alias Manohara selama ini mengontrak rumah Koperasi Pegawai Negeri Rosa Kebun Percobaan Berastagi milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian).

"Ya benar selama ini korban mengontrak rumah Koperasi Pegawai Negeri Percobaan Berastagi sejak tahun 2014 milik UPT Badan Litbang Pertanian," ujar Edison Bangun SP Kepala Kebun Percobaan UPT Teknis Badan Litbang Pertanian di Berastagi kepada wartawan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolsek Tiga Panah AKP Dearma Munthe ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Selasa (21/2) petang mengatakan, penyebab kematian korban masih dilakukan penyelidikan. "Dari lokasi disita parang, ember, cutter, pakaian milik korban. Dan beberapa saksi telah dimintai keterangan," katanya. (B01/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru