Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Kawanan Begal Menyasar Kepala Sekolah di Labusel

- Rabu, 22 Februari 2017 19:51 WIB
273 view
Kotapinang SIB -Aksi kawanan begal yang kerap beraksi di sejumlah wilayah di Kabupaten Labusel membuat resah sejumlah kepala sekolah. Dalam beberapa aksinya, pelaku begal menyasar para kepala sekolah.

Seperti yang terjadi, Senin (20/2) sekira pukul 14:30 WIB kawanan begal menggasak tas milik Miswati Purba, Kepala SDN 115492 Desa Mampang, Kecamatan Kotapinang. Wanita paruh baya itu dibegal di Jalinsum Nagodang, tepatnya di areal perkebunan karet PTPP Lonsum, saat perjalanan pulang usai mengikuti Musrenbang di Aula Kantor Kecamatan Kotapinang.

"Saat itu saya sendirian mengendarai sepedamotor Yamaha Mio dari arah Kotapinang menuju Desa Mampang. Tiba-tiba muncul sepedamotor dari arah belakang memepet dan seseorang merampas tas yang saya taruh pada gantungan di bagian tengah sepedamotor," kata Miswati kepada wartawan.

Berhasil mendapatkan buruan, para pelaku kabur, sedangkan korban terjatuh bersama sepedamotornya. Bukan hanya kehilangan uang Rp3 juta, ATM, sejumlah buku rekening tabungan, dan berkas-berkas penting lainnya, akibat kejadian itu korban juga menderita luka.

"Karena gugup dan ketakutan, saya nggak sempat mengenali pelaku serta sepedamotor yang digunakan," katanya.

Beberapa waktu sebelumnya, kawanan begal juga menggasak tas milik Rumonah Siregar, Kepala SDN 118256 Batuajo, Desa Pasir Tuntung, Kecamatan Kotapinang ketika melintas di Jalinsum Kampung Mangga Desa Asam Jawa Kecamatan Torgamba. Dalam peristiwa itu, korban kehilangan uang jutaan rupiah dan sejumlah barang berharga, serta mengalami luka, karena terjatuh dari sepedamotor.

"Akibat peristiwa tersebut para kepala sekolah resah, mereka merasa diintai oleh begal. Uang yang dirampas jumlahnya tidak banyak, tapi korban menderita luka-luka," kata Kepala UPT. Dinas Pendidikan Kecamatan Kotapinang, Mara Ondak Harahap, Selasa (21/2).

Dia mengharapkan pihak kepolisian bertindak tegas menangkap para pelaku. Mara Ondak khawatir, jika tidak disikapi serius, para kepala sekolah maupun guru takut untuk mengikuti berbagai kegiatan di ibukota kabupaten.

"Mereka seperti trauma. Aksi begal ini benar-benar meresahkan. Karenanya saya berharap pihak kepolisian dapat mengambil tindakan tegas. Dalam dua kasus tersebut, saya ikut mendampingi para kepala sekolah membuat pengaduan di kantor polisi dan keresahan itu sudah saya sampaikan," katanya. (D19/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru