Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026
Longsor Berulangkali Sejak April 2016

Desa Juma Gerat, Tigalingga Dairi Terancam Terisolir

- Kamis, 23 Februari 2017 19:27 WIB
296 view
Desa Juma Gerat, Tigalingga Dairi Terancam Terisolir
SIB/Edison Parulian Malau)
Kondisi jalan penghubung Desa Juma Gerat-Desa Sarintonu, Kecamatan Tigalingga, Dairi, semakin memprihatinkan akibat longsor susulan hingga tiga kali. Warga berharap perhatian pemerintah, sebelum desa mereka benar-benar terisolir.
Tigalingga (SIB) -Kondisi jalan penghubung Desa Juma Gerat-Desa Sarintonu, Kecamatan Tigalingga, Dairi, semakin memprihatinkan butuh penanganan secepatnya. Kondisi ini terjadi setelah longsor yang ketiga kalinya, sejak April 2016, November 2016 dan longsor susulan pada Desember lalu (SIB Jumat, 22 April 2016 dan SIB Sabtu, 5 November 2016), sehingga saat ini sulit untuk dilalui.

Warga setempat, Hamdan Sihombing (28) kepada wartawan, Selasa (21/2) mengakui, kerusakan tersebut sudah berlangsung lebih kurang setahun, namun belum dilakukan perbaikan oleh dinas terkait di Pemkab Dairi. Sementara, akses jalan tersebut dipergunakan warga dari 8 dusun yang berada di Desa Juma Gerat.

"Akses transportasi  keluar dan masuk lumpuh total. Warga yang mengangkut hasil pertanian  menjadi terganggu dan desa kami hampir terisolir," ujarnya.

Disebutkannya, sementara ini warga terpaksa harus melalui lahan pertanian milik warga setempat untuk melintas. Sedangkan kendaraan  pengangkut hasil pertanian, warga harus menyewa.

"Setiap kendaraan yang melintas diminta sumbangan seikhlasnya untuk membantu biaya sewanya. Kendaraannya itu disewa setahun, bulan Maret nanti sudah habis masa sewanya," ujar Hamdan.

Kepala Desa Juma Gerat, Rolaba Lumbangaol ketika dikonfirmasi terkait kondisi jalan tersebut mengakui, longsor tersebut telah mereka laporkan ke pihak Pemkab Dairi dan telah dilakukan peninjauan.

"Sudah 2 kali ini kami melakukan perbaikan dengan cara membangun jembatan  dari batang kelapa di lokasi tanah yang longsor bersama warga secara gotong royong. Namun karena kondisinya semakin parah dan tidak memungkinkan lagi dibangun jembatan, maka kami menunggu bantuan perbaikan dari pemerintah," ujarnya.

Camat Tigalingga saat ditemui kepada wartawan mengatakan, perbaikan tersebut sudah diajukan dalam APBD 2017 untuk dianggarkan pada saat Musrembang Kecamatan Kamis (16/2) yang lalu. Disebutkannya,  perbaikan jalan tersebut sudah ditampung di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di lokasi yang longsor.

"Pada akhir tahun 2016 lalu, telah dilakukan survey langsung oleh PUPR, supaya pembangunannya ditampung tahun ini. Bagaimana bentuk jalan tersebut nantinya itu PUPR yang mengetahui, apakah sifatnya nanti landai atau memasang jembatan atau dengan memasang gorong-gorong," ujarnya. (B06/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru