Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

400 Ha Tanaman Padi Mendadak Mati di Sei Lebah Asahan

* Pemkab Dinilai Lamban Tanggapi Keluhan Petani
- Kamis, 23 Februari 2017 19:38 WIB
389 view
400 Ha Tanaman Padi Mendadak Mati di Sei Lebah Asahan
SIB/Regen Silaban
MENDADAK MATI : Petani padi di Dusun VII Sei Lebah Desa Perbangunan Kecamatan Sei Kepayang, Asahan mengeluhkan ratusan hektare tanaman padi yang baru ditanam mendadak mati meski telah dialiri air, foto dipetik, Rabu (22/2).
Sei Kepayang (SIB) -Sedikitnya 400 hektare (Ha) padi di Dusun VII, IX dan X Sei Lebah Desa Perbangunan Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, terancam gagal panen. Pasalnya bibit padi yang baru ditanam mendadak mati meski sudah dialiri air dan diberikan pupuk.

Pantauan SIB, Rabu (22/2), ratusan hektare tanaman padi di beberapa dusun terlihat mati dan tidak tumbuh seperti biasanya, meskipun petani berusaha mempertahankan dengan mengairi sawah menggunakan mesin pompa penyedot air dari parit jalan dan sebagian petani memberikan pupuk berharap tanaman padi bisa bertahan hingga musim panen.

H Manurung (56) warga setempat kepada SIB mengatakan, bibit padi yang baru ditanam dua hari langsung mati mendadak, meskipun pengairan di sawah dicukupkan. "Bibit padi baru dua hari ditanam bisa mati, padahal sudah dipompa air untuk mengairi sawah," keluhnya.

Dikatakannya, kejadian seperti ini sudah berlangsung tiga musim, sehingga masyarakat kebingungan mau berbuat sesuatu supaya tanaman padi bisa bertahan hidup sampai musim panen, mengingat biaya yang cukup besar harus dikeluarkan dalam mengelola sawahnya. "Kami bingung, hanya pasrah saja karena biaya sudah habis," keluhnya sambil menyatakan biaya pengolahan satu musim bisa mencapai Rp 10 juta per hektare.

Senada dikatakan J Siallagan, Ketua Kelompok Tani Sumber Tani. Dia mengakui sudah menyampaikan keluhan petani tersebut kepada pemerintah setempat, bahkan dalam Musrenbang sudah dibahas tetapi belum juga ada tindakan. "Dalam Musrenbang sudah pernah dibahas, namun tak kunjung dikasih solusi," katanya dengan nada kesal mengingat daerah tersebut salah satu lumbung padi di Kabupaten Asahan.

Bahkan, lanjutnya, Pemkab Asahan melalui dinas terkait sudah membawa sampel tanah untuk dicek di Lab, tetapi hasilnya belum ada disampaikan dan selama ini terkesan hanya datang mengecek tanpa ada solusi. "PPL hanya mencek ke lapangan tanpa ada solusi, terkesan pemerintah tidak serius menanggapinya," lanjutnya.

Warga meminta Pemkab Asahan memperhatikan nasib petani yang sudah merugi tiap musim, bahkan kebutuhan ekonomi sudah terancam mengingat bertani padi merupakan sumber mata pencaharian satu-satunya. (RS/D20/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru