Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Air Diduga Mengandung Zat Besi Penyebab Matinya Padi di Sei Lebah Asahan

* Kades: Butuh Irigasi untuk Pencucian Air
- Jumat, 24 Februari 2017 20:43 WIB
576 view
Air Diduga Mengandung Zat Besi Penyebab Matinya Padi di Sei Lebah Asahan
SIB/Regen Silaban
MENGANDUNG ZAT BESI : Air yang digunakan petani di Sei Lebah Desa Perbangunan Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan, untuk kebutuhan pertanian diduga mengandung zat besi, sehingga ratusan hektare tanaman padi mendadak mati meski sudah di pupuk. Foto dip
Sei Kepayang (SIB) -Air yang digunakan untuk pengolahan pertanian diduga mengandung zat besi dan zat asam yang berlebihan, sehingga bibit padi yang baru ditanam bisa mati meski sudah dipupuk. Hal itu dikatakan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Syafrizal Hasibuan kepada SIB, Kamis (23/2), menanggapi ratusan hektare tanaman padi yang mati di Sei Lebah Desa Perbangunan Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan.

"Sesuai hasil lab yang sudah dilakukan, air yang dipakai petani mengandung zat besi, sehingga tanaman padi mati karena tidak mampu bertahan meski diberi pupuk," katanya.

Diakuinya, keluhan petani sudah disampaikan ke dinas terkait, namun belum ada tindakan dari pemerintah setempat. "Sesuai tupoksi kami hanya melakukan penyuluhan dan melaporkan kepada dinas terkait bila ada keluhan," ucapnya.

Menurutnya, solusi yang harus dilakukan pemerintah adalah dengan pencucian air dengan membangun irigasi supaya mampu menggantikan air yang sudah mengandung zat besi tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Perbangunan Arinton Sihotang mengatakan, permasalahan tersebut sudah lama terjadi dan solusinya harus dibangun irigasi yang cukup besar untuk menggantikan pengairan sekarang ini. "Sumber air untuk pertanian harus diganti, karena air yang dipakai petani saat ini rotasinya disitu saja," katanya.

Dikatakannya, Pemprovsu bersama pemerintah pusat sudah pernah mensurvey daerah tersebut untuk membangun irigasi, namun sampai saat ini belum ada titik terangnya. "Tahun 2014 PSDA Provsu dan pusat sudah survey untuk merencanakan membangun irigasi dari Sungai Nantalu sepanjang 25 Km dengan anggaran kurang lebih Rp10 miliar, tapi kurang tahu kok belum ditindaklanjuti," katanya.

Kades berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat mewujudkan rencana membangun irigasi tersebut, demi nasib petani yang setiap musimnya gagal panen, juga mengingat daerah tersebut salah satu lumbung padi di Kabupaten Asahan.

Sebelumnya, petani mengeluhkan ratusan hektare tanaman padi yang mati mendadak meski baru ditanam dan sudah dialiri air dan dipupuk. Akibatnya, sudah tiga musim petani mengalami gagal panen dan merugi mengingat bertani padi merupakan sumber mata pencaharian warga satu-satunya. (RS/D20/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru