Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Di Labura, Masih Ada Jalan Penghubung Desa Seperti Sawah Terendam

- Jumat, 24 Februari 2017 20:44 WIB
304 view
Di Labura, Masih Ada Jalan Penghubung Desa Seperti Sawah Terendam
SIB/Dok
JALAN BERLUMPUR: Siswa SMA Negeri 1 Kualuh Hilir saat terjebak di jalan berlumpur, Rabu (22/2).
Aekkanopan (SIB) -Luar biasa, masih ada jalan penghubung desa di Labuhanbatu Utara (Labura) seperti sawah terendam. Itulah keluhan siswa- siswi Lingkungan Pasar Bilah, Kelurahan Kampung Mesjid, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labura, Rabu (22/2).

Dikatakan, mereka harus berjuang setiap hari ke sekolah melintasi jalan berlumpur yang menghubungkan Pasar Bilah dengan Desa Sei Sentang. "Kalau musim hujan, kami harus memakai sandal dan membawa pakaian ganti, karena kami harus melewati jalan berlumpur. Saya sudah pernah jatuh di lumpur. Sampai di sekolah, baru kami pakai sepatu dan baju sekolah," ujar Tina Matuti, siswa kelas VII MTs Al-Washliyah Sei Sentang.

Sementara Rustam Ependi, warga Kualuh Hilir yang sedang studi S3 di UIN Medan menilai Pemkab Labura belum memberikan buah karya terbaiknya sebagai balasan atas sejumlah pajak yang selama ini telah dibayarkan masyarakat. "Wajar jika masyarakat dituntut memberikan pengabdiannya kepada negara. Namun cukup edan jika balasan setimpal yang diharapkan dalam bentuk pembangunan tidak diberikan. Kami berharap jalan Kualuh Hilir itu dicor beton agar bisa bertahan beberapa tahun. Kita sebagai putra Kualuh Hilir merasa kecewa bertahun-tahun karena pembangunan di Kualuh Hilir tidak seperti yang diharapkan. Kami menganggap Pemkab Labura tidak serius," tutur Rustam.

Diharapkannya, Bupati Labura H Kharuddin Syah mempertegas komitmen peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur yang selama ini dikoarkan dalam empat pilar pembangunan. "Membangun bersama rakyat? Benar juga sih, tapi semua itu kembali kepada kepala daerah maukah membangun desa kami. Hanya Tuhanlah yang tahu," gurau Rustam.

Teguh Kariono, MTS Al- Wasliyah Sei Sentang bersyukur sebagian jalan sudah ditimbun dengan Dana Desa tahun 2016, sehingga terbantu untuk pengerasan jalan. Sebelumnya, berangkat dari rumah pukul 07.00 WIB dan paling cepat sampai ke sekolah pukul 08.30 WIB. (D23/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru