Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Harga Anjlok Tidak Kurangi Semangat Petani di Sipirok Menanam Cabai

- Sabtu, 25 Februari 2017 18:19 WIB
273 view
Harga Anjlok Tidak Kurangi Semangat Petani di Sipirok Menanam Cabai
SIB/Sarliman Manurung
TUNJUKKAN CABAI: Rudi Pohan (34), salah satu petani cabai di Kelurahan Parau, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel saat memperlihatkan tanaman cabainya yang akan segera panen. Diabadikan SIB, Jumat (24/2).
Sipirok (SIB)- Meski harga cabai di pasaran saat ini anjlok sekira Rp18 ribu/Kg setelah beberapa bulan sebelumnya melambung tinggi mencapai Rp80 ribu/Kg, hal itu tidak mengurangi semangat petani di Sipirok untuk menanam cabai. Di Kelurahan Parau, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, sebagian areal yang sebelumnya ditanami padi sawah kini berubah menjadi tanaman cabai. Para petani mengolah lahannya, baik secara pribadi maupun berkelompok.

"Sudah enam kali panen, harga jualnya hanya Rp15 ribu per Kg. Januari lalu masih sempat menikmati harga Rp70 ribu per Kg," kata Rudi Pohan (34) salah satu petani cabai di Kelurahan Parau, Kecamatan Sipirok saat ditemui SIB di areal lahannya, Jumat (24/2).

Dikatakan, dari 2 rante atau sekitar 400 meter persegi lahan cabai yang dimilikinya sudah enam kali panen yang produksinya mencapai 200 Kg. Modal yang dikeluarkan kurang lebih Rp3 juta. "Untuk modal sudah mampu dikembalikan, dan saya optimis di masa panen yang tersisa masih menguntungkan kendati harga cabai di tingkat petani anjlok," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Arman Siregar, yang mengaku bertanam cabai merupakan salah satu harapan menunjang perekonomian keluarganya selama ini. "Saya berharap pada musim panen harga cabai bisa naik kembali," harapnya.

Terpisah, Bupati Tapsel melalui Kadis Pertanian Bismark Muaratua Siregar mengatakan, harga cabai di Kabupaten Tapsel tergolong normal. "Petani di Tapsel sudah berpikiran lebih maju, dan mampu membaca peluang dengan beralih ke tanaman holtikultura yang dapat memberikan keuntungan lebih, seperti cabai," ujarnya. (E-07/h)
 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru