Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Puluhan Warga Desa Mardingding Hadang Pembangunan Jalan Pancur Laklak

- Sabtu, 25 Februari 2017 18:38 WIB
311 view
Puluhan Warga Desa Mardingding Hadang Pembangunan Jalan Pancur Laklak
SIB/Theopilus Sinulaki
HADANG: Puluhan warga Desa Mardingding menghadang alat berat vibro bekerja untuk menggilas meterial jalan proyek perkerasan Jalan Pancur Laklak Desa Mardingding Kecamatan Mardingding Karo, Jumat (24/2). Mereka mendesak agar material yang tidak sesuai
Tanah Karo (SIB)- Puluhan warga Desa Mardingding hadang alat berat vibro untuk menggilas material perkerasan jalan sentra pertanian "Pancur Laklak" Desa Mardingding Kabupaten Karo, Jumat (24/2). Warga menilai pengerjaan perkerasan jalan tersebut terkesan asal jadi, pemasangan batu dinilai tidak sesuai kontruksi bahkan ukuran batu yang digunakan sembarangan.

Pantauan di lapangan, warga dengan tegas menolak alat berat bekerja untuk menggilas material, karena batu sungai yang telah diserak sepanjang 1 Km lebih sama sekali dikerjakan asal jadi. Bahkan menurut mereka, ukuran batu pecah yang digunakan seharusnya 10-15 Cm, namun banyak material dipergunakan lebih dari ukuran seharusnya. Di samping itu, warga juga menuntut sesuai hasil survei awal, seharusnya sepanjang Jalan Pancur Laklak ini ada pembuatan gorong-gorong 4 titik, namun belum ada tanda-tanda pembuatan gotong-gorong tersebut. 

Untuk itu, Rasta Sembiring, Jepri Sitepu, Sahabat Sembiring, Tekang br Sembiring dan warga Desa Mardingding dengan tegas meminta kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) agar pekerjaan perkerasan jalan tersebut dilakukan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Mereka meminta agar RAB pengerjaan proyek jalan tersebut dapat diperlihatkan kepada warga agar persoalannya jelas, material apa saja yang dipergunakan dan apa saja yang akan dibangun. Karena sepengetahuan warga, anggaran perkerasan Jalan Pancur Laklak cukup besar yaitu sesuai dengan pagu Rp593 juta.

Anehnya lagi, kata Sahabat Sembiring, sumber dana tercantum pada plank proyek namun volume pekerjaan sama sekali tidak dicantumkan. "Atas alasan itulah warga ingin mengetahui secara pasti, berapa volume pekerjaan termasuk apa saja yang dianggarakan dalam RAB tersebut," pungkas Sembiring.

Ketua TPK, Alamta Sembiring yang juga berada di lokasi saat itu meminta kepada warga agar jalan tersebut dapat digilas terlebih dahulu dan kalau memang ada ukuran batu yang tidak sesuai akan dipecah dan disusun kembali. Namun warga tetap bersikeras untuk menghentikan vibro bekerja sebelum material dipecah dan disusun kembali.

Di samping itu, Alamta Sembiring juga didesak agar menyerahkan salinan RAB pengerjaan proyek perkerasan jalam Pancur Laklak tersebut agar bisa dikontrol.

Juspri Nadeak selaku Camat Mardingding ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, RAB tidak bisa diperlihatkan sesuai Perbup.

Setelah warga bersikeras menolak, akhirnya Ketua TPK Alamta Sembiring memerintahkan pekerja untuk memukul batu yang telah diserak. Namun warga tetap mendesak seluruh material yang tidak sesuai ukuran harus dibongkar. (B02/h)
 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru