Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Kurang Air, Lahan Pertanian Mendukung Program Swasembada Pangan di Uluan Tobasa Tidak Diolah Petani

- Selasa, 28 Februari 2017 20:14 WIB
458 view
Kurang Air, Lahan Pertanian Mendukung Program Swasembada Pangan di Uluan Tobasa Tidak Diolah Petani
SIB/dok
KERING: Areal persawahan lokasi penerapan program pemerintah tidak diolah petani, karena ketiadaan air. Terlihat jaringan listrik yang dibangun Pemkab untuk pembangunan pompanisasi, akan tetapi tidak bisa dinikmati.
Tobasa (SIB)- Lahan persawahan milik masyarakat sebagai lokasi penerapan program pemerintah dalam rangka mendukung swasemba pangan tahun 2016 lalu di Desa Marom, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba Samosir kini dibiarkan kosong. Lahan pertanian seluas kurang lebih  13 hektar ini tidak ditanami kembali disebabkan kekeringan.

Kondisi lahan penerapan program pemerintah yang pernah dikunjungi Inspektur Jenderal Pertanian bersama Dirjen Tanaman Pangan RI,  masih jauh dari harapan karena sekarang tidak bisa lagi diolah, karena ketiadaan air.

Salah seorang warga Desa Marom kepada wartawan, menyesalkan, tidak ada tindak lanjut dari penanaman lahan tersebut. " Program ini tidak berkelanjutan, karena lahan ini sekarang sudah tidak diolah kembali, "sesal warga Desa Marom J Sirait kepada wartawan, Minggu (26/2).

Diterangkannya, pada saat lokasi ini dijadikan sebagai tempat penerapan program pemerintah, hampir setiap hari dalam waktu  satu bulan,  dilakukan upaya untuk mengairi areal tersebut.Namun, setelah kunjungan dari pemerintah pusat berakhir, pemerintah daerah membiarkan lahan tidak ditanami serta tak mengambil langkah-langkah agar warga dapat mengolah areal persawahan tersebut.

"Harusnya pemerintah daerah melalui dinas terkait memikirkan langkah-langkah agar areal persawahan ini dapat ditanami kembali. Bukan setelah usai kunjungan pemerintah pusat langsung membiarkan warga  begitu saja," sesal Sirait.

Sementara warga lain, S Manurung, menyebutkan, areal persawahan dibiarkan petani kosong karena kurangnya ketersediaan air. Namun ia menyayangkan, sikap pemerintah Kabupaten Tobasa yang begitu cuek dengan masalah tersebut. Padahal sebelumnya, pemerintah dapat mengusahakan air untuk areal persawahan agar dapat diolah para petani.

" Dulu Pemkab Tobasa tahun 2016  memberikan bantuan pompa kepada masyarakat akan tetapi hanya bersifat pinjam pakai sementara, pada saat mengelola lahan itu. Walau tahun 2015 yang lalu, sebenarnya Pemkab membangun pompanisasi guna mengairi areal tersebut. Namun proyek tersebut tidak bisa dinikmati warga. Makanya, pada saat akan dijadikan program penerapan, petani diberi pompa pinjam pakai, " urai  Manurung. (F01/l)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru