Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Satu Tahun Putus Total, Jalan Desa Sarintonu-Juma Gerat Dairi akan Diperbaiki

* Sekretaris PU: Perbaikan Terkendala Pelepasan Lahan
- Selasa, 28 Februari 2017 20:34 WIB
307 view
Satu Tahun Putus Total, Jalan Desa Sarintonu-Juma Gerat Dairi akan Diperbaiki
SIB Dok
PUTUS : Jalan menghubungkan Desa Sarintonu-Desa Juma Gerat Kecamatan Tiga Lingga Dairi akan segera diperbaiki setelah satu tahun putus total. Foto dipetik beberapa waktu lalu.
Sidikalang (SIB)- Jalan yang menghubungkan Desa Sarintonu dengan Desa Juma Gerat Kecamatan Tigalingga Dairi, segera diperbaiki setelah setahun putus total. Hal itu diutarakan Sekretaris PU dan Penataan Ruang Dairi Frianto P Naibaho, Senin (27/2) di Sidikalang.

Untuk perbaikan jalan tersebut sudah dialokasikan di anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun 2017. Petugas sudah survei ke lapangan," ucapnya.
Ada dua alternatif perbaikan jalan itu yakni, badan jalan yang putus harus diturunkan. Kemudian, pengalihan jalan dengan cara pembukaan jalan baru. Alternatif pengalihan jalan harus bergeser beberapa ratus meter dari perbukitan. Dan jalan yang putus, menjadi buntu. Persoalannya, masyarakat di sekitar jalan tersebut keberatan. Kemudian, kata Naibaho, pelepasan tanah dari masyarakat juga jadi persoalan.

Terkait pelepasan tanah, warga desa meminta ganti rugi dari Pemkab. Padahal Pemkab tidak bisa merealisasikan hal itu. Tahun lalu, sudah direncanakan perbaikan di perubahan APBD 2016, tetapi terkendala karena ganti rugi lahan. "Masyarakat meminta ganti rugi lahan untuk pembukaan jalan baru," ucapnya.
Lanjutnya, bila badan jalan yang sekarang dipertahankan tidak memungkinkan, karena kejadian yang sama akan berulang.

Berita sebelumnya menurut keterangan warga setempat Hamdan Sihombing (28) kepada wartawan, Selasa (21/2) mengatakan, kerusakan tersebut sudah berlangsung selama 1 tahun dan hingga saat ini belum dilakukan perbaikan oleh Pemkab Dairi maupun dinas terkait, walaupun hal ini sudah dikeluhkan warga dari 8 dusun yang berada di Desa Juma Gerat.

Untuk sementara warga terpaksa memakai lahan pertanian milik warga untuk akses jalan warga dan untuk transportasi kendaraan  mengangkut hasil pertanian dengan cara menyewa.

Sehingga setiap kendaraan yang melintas diminta sumbangan seiklasnya untuk membantu biaya sewanya. Itupun disewa dengan waktu setahun saja dan Maret 2017 sudah habis masa sewanya," ujar Hamdan. (B07/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru