Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026
Ketua Komisi II DPRD P Siantar Togar Sitorus SE MM:

Pemko P Siantar Harus Tiru Pemko Bandung Sertakan Modal UMKM Rp 30 Miliar

- Selasa, 28 Februari 2017 20:35 WIB
426 view
Pemko P Siantar Harus Tiru Pemko Bandung Sertakan Modal UMKM Rp 30 Miliar
Togar Sitorus SE,MM
Pematangsiantar (SIB)- Pemko   harus memiliki visi terukur  guna menciptakan  ulos tradisional atau kuliner khas sebagai ikon kota Pematangsiantar di mata wisatawan regional maupun manca negara. Dua jenis usaha UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) diyakini Komisi II DPRD Pematangsiantar memiliki prospek memikat kunjungan wisatawan di tengah persaingan global.

Ketua Komisi II DPRD Pematangsiantar Togar Sitorus SE MM mengutarakan hal itu kepada SIB di ruangan komisinya, Senin (27/2) menyikapi kondisi pembinaan UMKM di daerah tersebut yang dinilai minim pembinaan dibanding  UMKM  Pemko Bandung dengan penyertaan modal mencapai Rp 30 miliar.
Kota Pematangsiantar dijuluki sebagai kota transit dianalisis Komisi II DPRD (membidangi perekonomian dan keuangan) bisa tercecer, jika tidak mampu menciptakan jati diri semisal produk lokal seperti ulos tradisional atau khas kuliner sebagai ikon.

Hal tersebut dikemukakan Togar Sitorus setelah Komisi II DPRD melakukan kunker (kunjungan kerja) mempelajari metoda pembinaan UMKM ke Pemko Bandung dua pekan lalu. Pembinaan UMKM di  kota kembang tersebut mencapai 2700 lebih unit usaha dibagi dalam beberapa kelompok menikmati penyertaan modal mencapai Rp 30 miliar.

Sedangkan pembinaan dan pernyertaan modal UMKM di kota Pematangsiantar masih sangat minim hanya Rp 1,2 miliar. Itupun jumlah usaha masih minim juga, tidak seperti di kota Bandung. Padahal, andaikata atensi Pemko Pematangsiantar maksimal, tidak tertutup kemungkinan, dua jenis UMKM semisal usaha ulos tradisional dan makanan khas kuliner bila lebih maksimal dikelola, paparnya.

Dapatkah Pemko Pematangsiantar kata Ketua Komisi II DPRD itu melempar tanya memberi perhatian serius dan maksimal meningkatkan alokasi penyertaan modal untuk UMKM ? Tak salah menyontoh metoda pembinaan UMKM diimplementasikan Pemko Bandung, pintanya.

"Hasil kunker tersebut diharapkan jadi bahan referensi Pemko Pematangsiantar untuk menciptakan produk unggulan. Promosi produk ulos tradisional,  dapat diplot dalam berbagai bentuk semisal rompi, topi ciri khas daerah dan lain-lain untuk dipakai sehari-hari, urai Togar Sitorus.

Di tengah persaingan kompetitif pasca dibangunnya jalan tol Tebingtinggi-Parapat, Pemko Pematangsiantar diminta  jangan hanyut jadi penonton. Sebab tidak tertutup kemungkinan kota Pematangsiantar jadi "terlantar".

Namun hal itu lebih awal dapat diantisipasi, dengan cara  menyontoh program dan manajemen Pemko Bandung untuk kemajuan kota Pematangsiantar, katanya. (C01/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru