Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Bupati: Tahun Ini Saluran Air Dicuci dan Dibangun Dam

- Selasa, 28 Februari 2017 20:42 WIB
286 view
hal 11

Ratusan Ha Tanaman Padi Rusak di Sei Lebah Asahan

Kisaran (SIB)
"Saluran air di sana harus dibersihkan, karena mulai naik karatnya. Kita usahakan untuk dimasukkan dalam P APBD tahun ini. Sayang itu kan, 300 hektar, kasihan masyarakat di sana. Pola pembangunan di Asahan dibagi dalam porsi 12-13 kecamatan. Cuma saja karena masuk program dasar, akan kita segerakan. Sudah kita bahas dalam rapat tadi pagi."
Demikian dikatakan Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP menjawab pertanyaan SIB seputar ratusan hektar lahan tanaman padi di Dusun VII, IX dan X Sei Lebah Desa Perbangunan Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan terancam gagal panen, dikarenakan air untuk pengolahan pertanian mengandung zat besi dan zat asam berlebihan, Senin (27/2) di Pelataran Kantor Korpri Asahan, Jalan Turi Kisaran.
Di tempat sama, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Asahan Ir Oktoni Eryanto MMA menambahkan, telah dilaksanakan rapat dengan Bupati Asahan, Senin (27/2) pagi. "Kita bahas, perlu dilakukan pencucian saluran masuk air dari Pasar 20, ke Pasar 19, sampai akhirnya Pasar Nol di daerah Perbangunan. Yang kena itu, Dusun VII, VIII, IX. Kita sudah turun ke sana. Menurut kepala desa sekitar 300 hektar. Terancam, belum semua terkena, ada beberapa. Saran kita, dipilah-pilah pencuciannya," jelasnya.
Menurut Oktoni, sawah di Sei Lebah tadah hujan. "Untuk waktu dekat, kita hanya bisa bermohon kepada Tuhan, segera turun hujan. Sehingga terjadi pencucian tanah, terisi air dari kanal yang ada oleh hujan, sehingga dapat mengurangi kadar besi dan asam. Waktu itu musim kemarau, air dipompa masuk ke dalam, sehingga menyebabkan keracunan besi dan zat asam. Itupun baru tahun ini, tadinya tidak pernah karena mungkin cukup air. Sementara kan di sana sawah tadah hujan, jadi ya kita harapkan hujan lah," terangnya.
Ditambahkan, umumnya lahan pertanian rusak berada di daerah Kuala, dekat dengan Sungai Asahan. "Sementara di daerah darat tidak berpengaruh. Lebih luas daerah darat dari daerah Kuala. Jadi terancam 300, ada juga beberapa lahan sudah terkena, bukan sudah habis 400 hektar. Sekarang pemerintah melakukan percepatan pencucian, mendirikan DAM. Paling lama tahun depan mungkin sudah terealisasi. Rencananya DAM di Pasar 20, airnya dari Sei Nantalu, dekat PT Inti Palm Sumatera," lugas Oktoni.
Ditanya tentang tudingan kurangnya kepedulian Pemkab Asahan, Oktoni tegas membantah. "Bukan tidak peduli. Daerah Kuala itu kan daerah gambut, ya airnya tergenang. Karena itu tidak bisa sim salabim. Pembuatan DAM tidak bisa seperti Zaman Tangkuban Perahu, harus berproses, pengusulan sebagainya. Mungkin di P-APBD diusulkan. Tadi sudah rapat koordinasi, itu tanggapan kita. Insya Allah, paling lama tahun 2018 selesai. Kalau saluran tercuci, air mengalir, otomatis kadar zat besi dan asam berkurang. Apalagi airnya dari sungai yang bagus," paparnya.
Ditambahkan Oktoni lagi, untuk membantu persoalan petani dalam jangka dekat, pihaknya tengah menginventarisir petani menjadi korban atau terkena dampak. "Bagi petani terkena dampak akan diberi bantuan bibit atau benih padi secara cuma-cuma, bersumber dari cadangan benih daerah Kabupaten Asahan TA 2017," ujarnya. (D01/l)


Kadis Pertanian Asahan, Ir Oktoni Eryanto MMA

SHARE:
komentar
beritaTerbaru