Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam SD di Labusel, Kejari Periksa Sejumlah Kepala Sekolah

- Rabu, 01 Maret 2017 23:17 WIB
766 view
Kotapinang (SIB)- Kejari Labusel memeriksa sejumlah kepala sekolah dari 5 kecamatan yakni Kotapinang, Torgamba, Sei Kanan, Silangkitang dan Kampung Rakyat Labuhanbatu Selatan, terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pakaian seragam sekolah tingkat SD TA 2016 sebanyak 6.400 pasang.

Kejari Labuhanbatu Selatan Joko Wibisono melalui Kasi Pidsus Bondan Subrata membenarkan adanya pemanggilan sejumlah Kepala SD dari wilayah Dinas Pendidikan Labuhanbatu Selatan, untuk diperiksa.

"Benar ada kita panggil perihal penarikan anggaran pakaian sekolah SD dari APBD Labusel TA 2016 sebesar Rp 2,7 miliar lebih," ujar Bondan sembari mengatakan para kepala sekolah yang diperiksa itu hingga kini masih berstatus saksi.

Menurut dia, para kepala sekolah diperiksa dalam kasus itu karena keterkaitannya sebagai penerima maupun tidak menerima pakaian seragam sekolah putih-merah.

Bondan Subrata menginformasikan, dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Pendidikan Labusel TA 2016 itu diduga merugikan keuangan negara, karena penarikan anggaran pakaian sekolah SD yang bersumber dari APBD Labusel TA 2016 diduga fiktif.

Sebelumnya, Kejari Labusel mengaku sudah memanggil dan memeriksa sejumlah pejabat Dinas Pendidikan Labusel di antaranya pejabat pelaksana teknis kegiatan Romali Siregar, panitia pengadaan dan direktur perusahaan pelaksana pengadaan pakaian sekolah, juga disebut seorang anggota dewan yaitu keponakan kandung kepala daerah sedang ditangani Kejari Labusel.

Menurutnya, sudah beberapa pejabat/staf, para guru, kepala sekolah, panitia,PPK dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) termasuk pelaksana pengadaan pakaian seragam sekolah SD dan pihak-pihak terkait telah dipanggil Kejari Labusel untuk diminta keterangan, dan tidak tertutup pihak Bank Sumut bakal diperiksa dan diminta keterangannya. (D18/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru