Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Masyarakat Dairi Keluhkan Mahalnya Harga Pupuk dan Obat-obatan, Produksi Pertanian Anjlok

- Jumat, 10 Maret 2017 14:12 WIB
529 view
Masyarakat Dairi Keluhkan Mahalnya Harga Pupuk dan Obat-obatan, Produksi Pertanian Anjlok
SIB/Firdaus Peranginangin
TERIMA KELUHAN: Anggota FP Demokrat DPRD Sumut Jenny R Luciana Brutu, SH menerima keluhan petani Desa Lae Parira Kabupaten Dairi menyangkut mahalnya harga pupuk dan obat-obatan.
Medan (SIB) -Anggota FP Demokrat DPRD Sumut Jenny R Luciana Brutu, SH mengatakan masyarakat Desa Lae Parira Kabupaten Dairi mengeluhkan mahalnya harga pupuk dan obat-obatan tanaman, sehingga sulit dijangkau petani. Akibatnya produksi pertanian di daerah tersebut terus mengalami penurunan alias anjlok setiap musim panen.

"Tingginya harga pupuk dan obat-obatan tanaman membuat petani tidak sanggup membelinya, sehingga penyakit atau hama menyerang tanaman masyarakat yang secara otomatis produksi pertanian warga terus menurun," ujar Jenny R Luciana Brutu kepada wartawan, Kamis (9/3) di DPRD Sumut seusai melakukan kegiatan Reses ke Kabupaten Dairi, Pakpak Bharat dan Kabupaten Karo.

Dari laporan masyarakat kepada anggota Komisi B, masyarakat juga merasa kesulitan mengatasi hama tanaman yang menyerang pertanian mereka, akibat kurangnya petugas penyuluh pertanian dalam menangani hama-hama tanaman serta tidak profesionalnya penyuluh memberikan masukan kepada petani.

Berkaitan dengan itu, Jenny  mendesak Pemkab Dari untuk segera memperhatikan keluhan para petani dengan memberikan bantuan berupa pupuk dan obat-obatan serta  alat-alat pertanian, agar produksi pertanian di Desa Lae Parira dapat ditingkatkan kembali, demi kesejahteraan masyarakat petani.

Dalam kegiatan Reses di Desa Lae Parira, perwakilan masyarakat Sudirman Purba menyampaikan harapannya, agar pemerintah ikut ambil bagian untuk meningkatkan produksi pertanian dengan menyediakan  pupuk murah serta alat alat pertanian untuk peningkatan ekonomi di daerah.

Ditambahkan warga lainnya Tigor Sihite, masyarakat juga meminta kepada pemerintah untuk  memperbaiki kualitas bibit, karena selama ini bibit yang diterima petani tidak berkualitas bahkan ada yang palsu, sehingga kerap merugikan petani dikarenakan hasil panen tidak sesuai dengan target.

"Begitu juga  penyuluh pertanian perlu bekerja maksimal membantu petani, sebab banyak penyuluh tidak memahami Tupoksinya, sehingga masalah yang dihadap petani tidak dapat diatasi, terutama pada hama tanaman yang terus mengancam tanaman petani," kata politisi Partai Demokrat Sumut itu.

Untuk menindaklanjuti keluhan dan pengaduan masyarakat Desa Lae Parira, Jenny Brutu berjanji akan secepatnya menindaklanjutinya  kepada instansi terkait, seperti Dinas Pertanian Kabupaten Dairi maupun Provsu, demi peningkatan taraf hidup para petani yang terus mengalami keterpurukan, akibat kurang perhatian dari pemerintah.(A03/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru