Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Cosmas Batubara Dorong dan Dukung Usaha Kluster Pertanian Bagi Petani Sinabung

- Senin, 20 Januari 2014 12:00 WIB
854 view
Cosmas Batubara Dorong dan Dukung Usaha Kluster Pertanian Bagi Petani Sinabung
SIB/int
Cosmas Batubara
Tanah Karo (SIB)- Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Perumahan Rakyat DR Cosmas Batubara mendorong rintisan usaha pertanian praktis model kluster dan siap mendukung pada berbagai aspek permodalan bagi para petani yang berasal dari kawasan erupsi (letusan) Gunung Sinabung pada sejumlah kecamatan di Tanah Karo.

"Sembari menunggu kembali ke desa masing-masing setelah masa letusan atau erupsi Gunung Sinabung ini berakhir, ada baiknya warga atau para petani dari kawasan Sinabung itu dilatih untuk membuka atau menjalankan usaha pertanian praktis dengan model kluster sesuai produk atau jenis tanaman apa yang cocok di tempat atau ladangnya, baik secara individu dengan menggunakan lahan-lahan kosong di sekitar tempat pengungsian, atau kerja sama membentuk kelompok tani kluster dengan sesama petani atau saudara setempatnya," ujar Cosmas Batubara kepada pers pekan lalu.

Dia mencetuskan itu dalam pertemuan dengan Pastor H Sihotang dan sejumlah pengurus kelompok tani binaan gereja Katolik setempat, di Paroki Tigabinanga. Bersama sejumlah pastor dan putranya Artur Dewata MD Batubara (Caleg DPR RI No.7 Partai Golkar Dapil Sumut-5), Cosmas bicara di sela-sela kunjungannya ketika menyerahkan bantuan kepada warga pengungsi Sinabung di beberapa lokasi pengungsian: Posko Katolik Jln Irian, Posko Jambur Pekan Tiga Binanga dan Posko Utama Kabanjahe Kota.

Sembari menghibur anak-anak dan keluarga pengungsi dengan pesan rohaniah dari Gereja Katolik, Cosmas secara khusus di Paroki Tiga Binanga mencontohkan sejumlah pola bisnis pertanian model usaha kluster dan kelompok tani mandiri yang telah berhasil di sejumlah daerah di Indonesia.

"Selain sayur mayur dan buah-buahan yang selama ini sudah menjadi produk unggulan bahkan sudah diekspor dari Karo, para petani daerah ini, termasuk para petani dari kawasan Sinabung, sudah saatnya membuka usaha kluster tani untuk produk-produk tertentu yang tak kalah nilai ekonominya, misalnya usaha tani khusus untuk produk petai, jengkol, jipang, buah-buahan, dsb di samping produk lain seperti kentang, tomat, wortel, lobak dsb. Soalnya, petai dan jengkol walau kedengarannya sepele, saat ini sangat laris di pasar-pasar Pulau Jawa dan Jakarta," ujar Cosmas optimis.

Sehingga, ujar Cosmas, pencaharian para petani di Karo bisa lebih bervariasi dengan produk yang beragam. Selain itu, sumber petani juga akan bertambah bila kelak akan kembali ke desanya masing-masing jika Gunung Sinabung sudah aman dan kembali normal dari aktivitas erupsi. (A5/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru