Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

Pembangunan Jembatan Wampu Belum Rampung Akibatkan Kemacetan

- Selasa, 19 Juni 2018 18:27 WIB
665 view
Pembangunan Jembatan Wampu Belum Rampung Akibatkan Kemacetan
Langkat (SIB) Pembangunan jembatan baru Sei Wampu, Kabupaten Langkat, yang hingga sekarang belum rampung mengakibatkan kemacetan selama lebaran 2018. 

Pantauan lapangan, Senin (18/6) menunjukkan, kendaraan harus melewati jembatan lama yang daya tahannya dikhawatirkan kalau dilintasi kendaraan secara bersama, sehingga terpaksa harus antre. "Sudah tiga tahun ini pembangunan jembatan tersebut belum juga rampung, sehingga masih menggunakan jembatan lama untuk melintas," kata salah seorang warga di sekitar Jembatan Wampu, Ridwan. Ridwan menyampaikan, sejak tahun 2016 hingga sekarang ini bila tiba waktu Idul Fitri mengakibatkan kemacetan, yang disebabkan para pengemudi harus ekstra hati-hati bila hendak melintas di atas jembatan lama. 

Padahal, diharapkan dengan rampungnya pembangunan jembatan baru akan bisa mengurai kemacetan yang terjadi seperti sekarang ini. Sejak H-2 lebaran kemacetan terus terjadi. "Kendaraan roda empat maupun roda dua yang melintas cukup banyak, jadi dikhawatirkan bila semuanya melintas akan mengganggu ketahanan jembatan lama, makanya ketika ada pembangunan jembatan baru warga berharap cepat selesai sehingga kemacetan seperti sekarang ini tidak lagi terjadi," ungkapnya. 

Untuk itu, diharapkan agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dapat segera turun untuk melihat sejauh mana pengerjaan jembatan baru tersebut, agar tahun depan kondisi macet seperti sekarang ini tidak lagi terjadi. Ibrahim, salah seorang warga Pangkalanbrandan yang melintas di atas jembatan berharap agar jembatan baru cepat siap. 

Warga sangat membutuhkan agar tidak terus-terusan macet bila hendak berlebaran seperti sekarang ini. "Kondisi ini sudah cukup lama jadi warga Langkat sangat berharap secepatnya jembatan baru itu selesai pembangunannya, sehingga Idul Adha 1439 Hijriah nanti bisa dilalui," ujarnya. (Ant/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru