Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

F-PPP DPRD Tanjungbalai Nilai Pertumbuhan Ekonomi Hanya Dinikmati Kalangan Menengah

- Jumat, 27 Juli 2018 21:42 WIB
294 view
F-PPP DPRD Tanjungbalai Nilai Pertumbuhan Ekonomi Hanya Dinikmati Kalangan Menengah
Tanjungbalai (SIB) -Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) menilai pertumbuhan ekonomi Tanjungbalai pada tahun 2017 hanya dinikmati kalangan menengah.

Penilaian itu diungkapkan melalui pandangan umum fraksi atas rancangan peraturan daerah (Ranperda) pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tanjungbalai 2017, Rabu (25/7) pada rapat paripurna DPRD Tanjungbalai.

F-PPP memandang sepanjang tahun 2017 realisasi pendapatan daerah tidak tercapai sesuai target, sebab realisasi pendapatan daerah hanya Rp604,9 miliar atau 95,40 persen dari target yang ditetapkan Rp 634 miliar lebih.

"Tidak tercapainya target pendapatan daerah menyebabkan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 belum mampu meningkatkan daya beli masyarakat. 
Pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati kelompok ekonomi menengah ke atas saja, sedangkan untuk kalangan ekonomi ke bawah kurang merasakan dampak positifnya," tegas Sekretaris Fraksi PPP Zulkifli Siahaan.

Partai berlambang ka'bah ini menekankan pentingnya menciptakan strategi penagihan pajak dengan sistem pembayaran pajak online. Pemko tidak hanya mengandalkan PAD di sektor pajak, tapi harus meningkatkan pendapatan dari keuntungan atau kontribusi BUMD maupun pengelolaan aset atau kekayaan yang dimiliki Pemko Tanjungbalai.

F-PPP menilai hingga kini Pemko Tanjungbalai belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Realisasi belanja daerah juga dianggap tidak optimal. Sebab data menyebutkan, realisasi belanja daerah tahun 2017 hanya Rp 643,3 miliar atau 91,02 persen dari anggaran belanja daerah Rp706,8 miliar.

Program dan kegiatan dari alokasi belanja yang telah terealisasi dinilai belum mampu mencapai tujuan utama RKPD yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat secara efektif.

F-PPP menyimpulkan hal itu dilihat dari kondisi kemiskinan di Tanjungbalai pada tahun 2017 bahwa persentase penduduk hampir tercatat sebagai yang termiskin di Sumatera Utara. Kegagalan meningkatkan kesejahteraan nelayan dan buruh turut menambah masalah yang tak kunjung teratasi.

Padahal, sektor perikanan dan jasa hingga kini masih merupakan sektor terbesar yang dapat membantu perekonomian masyarakat Tanjungbalai, sebab 70 persen masyarakat Tanjungbalai bekerja di sektor perikanan dan jasa. Sehingga julukan Tanjungbalai sebagai salah satu basis lumbung perikanan nasional hanya sebutan dengan segudang harapan belaka. (E08/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru