Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 08 Mei 2026

BPBD Sumut Sosialisasi Keselamatan Pelayaran di Danau Toba

- Senin, 06 Agustus 2018 19:58 WIB
216 view
BPBD Sumut Sosialisasi Keselamatan Pelayaran di Danau Toba
Medan (SIB) -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provsu menyosialisasikan Keselamatan Pelayaran dan Supervisi Geosite Geopark Kaldera Toba di Harungguan Bolon Parapat, Kabupaten Simalungun, Sabtu (4/8). Tujuannya mitigasi keselamatan pelayaran, khususnya di Danau Toba.

Sosialisasi dirangkai penyerahan 400 lifejacket dan 50 ringboy kepada pemilik kapal dan nelayan, serta membagikan leaflet/brosur cuaca dan kesiap-siagaan. Juga penyerahan benih ikan kepada nelayan yang hadir, untuk kemudian dilepas di Danau Toba.

Kepala BPBD Provsu Riadil Akhir Lubis yang juga Ketua Panitia kegiatan mengatakan, sosialisasi bertujuan meningkatkan mitigasi keselamatan pelayaran di Danau Toba. "Sosialisasi ini penting untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di Danau Toba. Apalagi Danau Toba salah satu destinasi wisata dunia," ujarnya.

Riadil mengatakan, untuk mendukung keselamatan pelayaran di Danau Toba, pihaknya juga telah meminta kepada 6 BPBD di daerah itu untuk membentuk Tim SAR. Juga diperlukan pembentukan Pos SAR di setiap dermaga di sekitar Danau Toba. "Tidak hanya di Ajibata, Pos SAR harus ada di seluruh dermaga di Danau Toba," ujarnya.

Asisten Administrasi Umum dan Aset Sekretariat Daerah Provinsi Sumut Zonny Waldi mewakili Pj Gubsu Eko Subowo mengharapkan peserta serius mengikuti sosialisasi keselamatan pelayaran tersebut. Sehingga seluruh peraturan pelayaran yang berlaku dapat dipahami dan dilaksanakan para pemilik, nahkoda dan seluruh masyarakat.

"Di antaranya tentang wajib adanya lifejacket dan manifest. Serta aturan jumlah penumpang. Penumpang tidak boleh melebihi jumlah kursi yang ada. Kalau lebih, itu berarti membahayakan atau bahkan bisa dikatakan membunuh penumpang. Karena itu, aturan pelayaran harus dipatuhi semua pihak," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provsu M Zein Siregar yang menyampaikan materi tentang keselamatan pelayaran mengatakan, jika seluruh pemilik, nahkoda dan masyarakat sebagai penumpang mengikuti peraturan pelayaran yang berlaku, mudah-mudahan selamat dari bahaya.

Zain juga mengatakan pentingnya adanya syahbandar di masing-masing dermaga di Danau Toba. Karena syahbandar paling mengetahui tata kelola penumpang dan pelayaran di seluruh Indonesia. "Semoga ini dapat segera terwujud dengan adanya instruksi Mendagri kepada Menhub untuk segera melaksanakan UU No 23 Tahun 2014 tentang syahbandar," ujarnya.

Hadir dalam acara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provsu Zubaidi, Kadis Perikanan dan Kelautan Provsu Mulyadi Simatupang, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus, Kabid Data dan Informasi BMKG Medan Syahnan, LSM pemerhati lingkungan, para pemilik kapal, nahkoda, nelayan dan ratusan masyarakat sekitar.

Di akhir acara dilakukan kunjungan/supervisi papan informasi geosite geopark Kaldera Toba di sekitar Parapat. Serta supervisi/kunjungan ke Pantai Parapat untuk menaburkan ikan. (rel/A12/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru