Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 08 September 2026

Menteri Bappenas Dukung Konsep Pengembangan Agropolitan di KSPN Danau Toba

* Terkelin Brahmana : Perlu Kerjasama Kolaboratif Pengembangan Agropolitan
- Jumat, 24 Agustus 2018 18:24 WIB
507 view
Menteri Bappenas Dukung Konsep Pengembangan Agropolitan di KSPN Danau Toba
SIB/Dok
PAPARAN : Rektor DEL Prof Togar Simatupang dan RE Nainggolan, Bupati Karo Terkelin Brahmana beserta sejumlah kepala daerah se Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba menyimak paparan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Bamba
Tanah Karo (SIB) -Bupati Karo Terkelin Brahmana SH menghadiri pertemuan dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bambang Brodjonegoro terkait dukungan konsep rencana implementasi master plan pengembangan agropolitan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, yang melibatkan delapan kabupaten, yakni Kabupaten Karo, Simalungun, Toba Samosir (Tobasa), Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan (Humbahas), Dairi, Pakpak Bharat dan Samosir, Selasa (21/8) di Jakarta.

Strategi pengembangan kawasan agropolitan melalui OPOP (One Place One Product). Konsep pengembangan harus mampu membangun dan mengembangkan mulai dari industri perbenihan sampai industri pengolahan, dan diharapkan daerah seputaran Danau Toba bisa membuat tiga komoditi skala prioritas, dan bagaimana pengembangan jaringan kerjasama antar daerah pengelolaan kawasan agropolitan.

Masterplan pengembangan agropolitan Danau Toba tidak hanya mengandalkan danau sebagai objek wisata tetapi bagaimana mengembangkan lahan pertanian secara moderen supaya petani tidak dianaktirikan. Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba terbentang di delapan kabupaten di Sumatera Utara adalah salah kawasan diprioritaskan pembangunannya.

Demikian disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, saat menerima audiensi 7 bupati se kawasan Danau Toba terkait tindaklanjut Rencana Implementasi Master Plan Pengembangan Agropolitan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba di hadapan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, Rektor DEL Prof Togar Simatupang, Pembina RE Foundation RE Nainggolan, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Bupati Tobasa Darwin Siagian dan Sekda Pemkab Dairi Sebastianus Tinambunan.

Peningkatan infrastruktur dan pengembangan kawasan wilayah mendukung daya saing perekonomian, pengembangan kawasan perdesaan dan perkotaan, dengan pendekatan kewilayahan agropolitan dataran tinggi Bukit Barisan, katanya.

"Dengan fokus peningkatan daya saing produk pertanian, sehingga masterplan pengembangan agropolitan Danau Toba tidak hanya mengandalkan danau sebagai objek wisata tetapi bagaimana mengembangkan lahan pertanian secara modern supaya petani tidak dianaktirikan," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional.

Sementara itu Bupati Karo Terkelin Brahmana SH mengaku, jika ini bisa diwujudkan, tentu akan memberikan nilai tambahan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat delapan kabupaten se-kawasan Danau Toba. Dampak positifnya akan menjalar ke sektor lain, seperti peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan koperasi, UMKM, industri rumah tangga, agribisnis dan pengembangan pasar tradisional, terminal agribisnis dan pasar induk. Otomatis sejumlah proyek besar dari pusat akan mengalir ke Kabupaten Karo dan juga daerah lainnya.

"Kerjasama kolaboratif, saling bersinergi antar daerah se kawasan akan mempercepat gerak laju perekonomian masyarakat di daerah masing-masing termasuk Kabupaten Karo," ujar Terkelin Brahmana.

Sebelumnya, RE Nainggolan pembina RE Foundation memaparkan kegiatan pengembangan agropolitan pada delapan kabupaten untuk Tahun Anggaran 2018 hingga 2022. Pengembangan kawasan wilayah otomatis mendukung peningkatan daya saing produk pertanian dengan pendekatan kewilayahan agropolitan dataran tinggi Bukit Barisan.

Selanjutnya, didampingi Rektor DEL Prof Togar Simatupang dan RE Nainggolan pertemuan dilanjutkan, audiensi ke Menkomaritim yang diterima Deputi Bidang Koordinasi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin yang pada pertemuan itu menyatakan bahwa pihaknya telah menjadikan infrastruktur sebagai program prioritas pembangunan di Indonesia.

"Infrastruktur ini diarahkan untuk percepatan dan pemerataan pembangunan antar wilayah di Indonesia sekaligus untuk memperkuat fondasi pembangunan yang berkualitas," ujarnya.

Deputi Ridwan menjelaskan tentang peluang investasi bagi investor semakin terbuka lebar dengan adanya pengembangan agropolitan di KSPN Danau Toba. Pemerintah saat ini mempunyai semangat pembangunan yang bernafas Indonesia sentris, ujarnya sembari mengapresiasi Rencana Implementasi Master Plan Pengembangan Agropolitan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba yang melibatkan delapan kabupaten yang berada sekitar Danau Toba. (B01/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru