Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 02 Mei 2026

Pengungsi Korban Erupsi Sinabung Unjuk Rasa, Tuntut Sewa Rumah, Lahan dan Jadup

- Jumat, 21 September 2018 17:06 WIB
408 view
Kabanjahe (SIB)  -Ratusan pengungsi korban bencana erupsi Gunung Api Sinabung asal Desa Berastepu Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo mendatangi kantor DPRD dan  Kantor Bupati Karo, Kamis (20/9).

Kedatangan pengungsi, untuk menuntut haknya selama 1,5 tahun yang belum dipenuhi oleh Pemkab Karo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yakni jatah hidup  (jadup) dengan biaya Rp 10.000 per jiwa/hari, selama 3 bulan. Kemudian sewa rumah dan sewa lahan Rp 5,6 juta per tahun serta fasilitas rumah mereka yang sudah selesai dibangun namun belum dapat ditempati. "Air (sumur bor), jaringan listrik PLN, septic tank serta jalan penataan lingkungan hamparan perumahan kami belum ada, " kata Norman Batunanggar (44) salah seorang pengungsi dalam unjuk rasanya.

Diceritakannya, mereka dari Desa Berastepu merupakan pengungsi yang direlokasi secara mandiri dengan jumlah 343 KK di hamparan Desa Nangbelawan II Kecamatan Simpang Empat. Rumah mereka yang diganti pemerintah, hingga kini belum dapat ditempati dikarenakan fasilitasnya belum ada. "Maka itu kami menuntut hak kami," tuntutnya. 

Menurut warga, aksi unjuk rasa damai sudah kali ketiga digelar. Pada pertemuan sebelumya, pihak Pemkab Karo telah berjanji untuk segera menyelesaikan permasalahan pengungsi . "Namun hingga kini, apapun tidak ada," kata Norman.

Warga pun membawa spanduk bertuliskan "Pemkab Karo Penipu".

Di tengah unjuk rasa, Sekda Kabupaten Karo Terkelin Kamperas Purba didampingi Kalak BPBD Karo Martin Sitepu, Asisten Pemerintahan Suang Karo Karo dan beberapa SKPD lainnya menemui warga. 

Dijelaskan Kalak BPBD, bahwa untuk Jadup (jatah hidup) serta sewa lahan dan sewa rumah selama ini dianggarkan dari pusat melalui BNPB dalam bentuk Dana Siap Pakai (DSP). Namun,  dana tersebut hingga sekarang belum turun sementara  usulan sudah dilayangkan ke pusat beberapa bulan yang lalu .
Namun,  warga pun tak menerima alasan Pemkab Karo hingga dokumen pengusulan pun ditunjukan kepada warga.

Warga terus mendesak Pemkab Karo untuk membuat solusi atas derita mereka. "Jika hari ini tidak ada solusi, kami tidak akan pulang,  sebab kami tidak tahu tinggal dimana lagi. Kami akan menginap di sini," kata warga diamini seluruh warga lainnya. 

Di tempat terpisah, Kalak BPBD mengatakan, pihaknya sudah melakukan kordinasi via telpon kepada pihak BNPB terkait kucuran dana yang dijanjikan kepada para pengungsi erupsi Gunung Sinabung. Namun, secara tekhnis pihak BNPB saat ini sedang sibuk menangani bencana nasional di Lombok, makanya sedikit terlambat. "Meski tanpa ada batas waktu yang pasti, kita akan terus berupaya supaya tuntutan warga dapat terpenuhi. Kita hanya meminta kepada pihak pengungsi agar bersabar," kata Martin Sitepu.

Meski sudah diberi penjelasan,  namun warga masih bertahan di halaman kantor Bupati Karo hingga sore. Mereka juga berencana akan tidur di halaman kantor Bupati Karo sampai adanya kejelasan. 

Tidak Ditanggapi 
Sebelum ke kantor bupati, sebelumnya warga asal Desa Berastepu ini terlebih dahulu mendatangi kantor DPRD Karo. Namun, bertahan dalam satu jam, tak satupun pimpinan maupun anggota DPRD Karo yang datang menemui pengungsi. Rencana mereka, supaya wakil rakyat yang terhormat itu ikut memperjuangkan hak mereka. Warga pun kembali kecewa di halaman gedung DPRD Karo. "Semua anggota DPRD Kabupaten Karo hari ini semuanya tugas luar, entah luar mana," kata warga pengungsi. Oleh sekretarariat DPRD Karo menyarankan warga langsung ke kantor bupati.(b02/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru