Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Pembangunan 50 Unit RSS Berbiaya Rp 1,7 M di Baruje Hilisataro Ehosafayo Nisel Belum Tuntas

*Erman Membantah Pembangunan RSS Belum Selesai 100 Persen
Redaksi - Selasa, 21 Januari 2020 16:40 WIB
247 view
Pembangunan 50 Unit RSS Berbiaya Rp 1,7 M di Baruje  Hilisataro Ehosafayo Nisel Belum Tuntas
Foto: SIB/Dok
Erman
Nisel (SIB)
Pembangunan 50 unit rumah sangat sederhana (RSS) untuk Komunitas Adat Terpecil (KAT) di Dusun Baruje Desa Hilisataro Ehosafayo Kecamatan Toma Nias Selatan (Nisel), yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Satker Dinas Sosial Sumatera Utara hingga saat ini belum selesai.

Informasi dihimpun dari warga sekitar berinisial IW, para pekerja masih berada di lokasi untuk mengerjakan proyek yang semestinya selesai pada akhir Desember lalu. Proyek yang dikerjakan oleh CV Aliran Hidup itu menelan dana Rp 1.7 miliar lebih.

Beredar kabar meski belum selesai dikerjakan, namun proyek itu sudah dibayar penuh kepada pihak rekanan. Jarak yang jauh dengan lokasi dan sulit ditempuh sehingga diduga proyek itu luput dari pengawasan pihak terkait.

Kadis Sosial Nisel, Intansani Haria saat dikonfirmasi, Senin (13/1), membenarkan adanya proyek tersebut. Ia mengatakan pihaknya hanya sebagai penerima manfaat meski menyiapkan stafnya sebagai fasilitatror di lapangan. "Paroyek dilelang di Provinsi Sumut, rekanannya pun dari sana kita hanya penerima manfaat," katanya.

Diakuinya, proyek itu direncanakan diserahterimakan pada akhir Desember 2019, namun karena belum tuntas maka proses tersebut diundur sampai pertengahan Januari 2020. "Kita berharap bantuan rumah itu dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar yang memang membutuhkannya," katanya.

Membantah
Sementara itu Kadis Sosial Sumut melalui Kepala Seksi Pemberdayaan Sosial Perorangan, Keluarga dan Komunitas Adat Terkecil Dinas Sosial Sumut, Erman saat dikonfirmasi SIB, Senin (20/1) membantah proyek tersebut belum siap dikerjakan dan membenarkan sudah membayar kepada rekanan.

"Proyek pembangunan ini sudah selesai dikerjakan sebelum 26 Desember 2019 , dan pihak rekanan juga sudah dibayar penuh. Mana mungkin kita membayar kalau proyek belum siap dikerjakan rekanan," katanya. (N03/M12/c)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru