Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026
Rugi Besar Akibat Virus Hog Cholera

Warga 2 Kecamatan di Simalungun Akan Budidaya Ikan Mas dan Bebek

Redaksi - Kamis, 23 Januari 2020 21:18 WIB
310 view
Warga 2 Kecamatan di Simalungun Akan Budidaya Ikan Mas dan Bebek
sipendik
Ilustrasi
Simalungun (SIB)
Kerugian yang dialami masyarakat peternak babi di Kecamatan Panei dan Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun akibat virus hog cholera membuat warga beralih ternak dari babi ke ikan mas, ikan lele dan bebek.

Hal tersebut disampaikan S Silitonga, R Damanik, F Sitohang dan J Sihombing warga Nagori Manik Rambung, Bahliran, Siborna Tigabolon dan kepada SIB, Selasa (21/1).

S Silitonga peternak babi mengalami kerugian yang cukup besar, karena seluruh ternaknya mati diduga akibat terserang virus hog cholera. "Kalau diperkirakan sejak dari umur 2 bulan hingga berukuran 75 kilogram sudah habis puluhan juta, belum lagi biaya pakannya," ujarnya.

Oleh karena itu, ia akan mulai membudidayakan bebek pengganti ternak babi yang sudah puluhan tahun digelutinya.

Menurutnya, beternak bebek tidak akan sesulit dan sebanyak biaya beternak babi. Namun hasil panennya juga memang lebih kecil dibandingkan beternak babi.

Dia akan berternak bebek di lahan kosong miliknya. "Siapa tau kerugian ternak babi yang mati bisa tertutupi dengan pengalihan ini," ungkapnya.

Sementara itu J Sihombing lebih memilih untuk membudidayakan ikan mas dan ikan lele di lahan miliknya.

Menurutnya, kalau tetap melanjutkan beternak babi, dikhawatirkan akan mengalami kerugian yang semakin besar. Pasalnya, hingga saat ini, masih saja ada ternak babi yang mati milik masyarakat. Jadi lebih baik mencari titik aman saja. "Apalagi budidaya ikan lele dan ikan mas tidak terlalu sulit dan tidak banyak biayanya," katanya.

Mereka berharap dengan peralihan ternak ini, bisa memberikan dampak positif yang cukup besar untuk mendorong perekonomian masyarakat. Mengingat sejak satu bulan belakangan ini masyarakat peternak babi mengalami kerugian yang cukup besar, kata F Sitohang. (S13/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru