Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Perantau Asal Kolang Keluhkan Air Bersih

* Bappeda: "Akan Diusulkan SPAM IKK"
Redaksi - Minggu, 26 Januari 2020 16:52 WIB
840 view
Perantau Asal Kolang Keluhkan Air Bersih
harian singgalang
Ilustrasi
Tapteng (SIB)
Perantau asal Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang merantau ke DKI Jakarta, Hadameon Aritonang SSos MSi, mengeluhkan tidak adanya sarana air bersih di kampung halamannya, Kelurahan Kolang Nauli.

Hadamean kepada SIB via seluler, Jumat (25/1) mengatakan sudah 30 tahun merantau ke Jakarta, namun kampungnya tetap seperti jaman dahulu, tertinggal, tidak memiliki akses air bersih meski merupakan kebutuhan primer.

Masyarakat, sambungnya, terpaksa harus ke sungai hanya untuk mandi, mencuci, maupun Buang Air Besar setiap harinya. Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sekretariat DPRD DKI Jakarta itu mengaku kesal dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah yang seakan "membiarkannya" hingga sekarang.

Padahal, jelasnya, ada banyak sumber pendanaan dari pemerintah pusat untuk membangun akses air bersih ke masyarakat.
Disebutkan, pada bulan Desember 2019 lalu masyarakat Kolang yang ada di perantauan pulang bersama ke kampung halaman.

Sebagai bentuk rasa peduli, perantau mengumpulkan tali kasih membantu orangtua lanjut usia (Lansia). Ada banyak Lansia di Kecamatan Kolang yang hadir saat itu.

Selain itu, perantau juga menggelar hiburan rakyat dengan mengundang artis ibukota, Putri Silitonga, membantu rumah ibadah, menggelar lomba renang, tarik tambang dan lomba perahu. Kegiatan berlangsung meriah, disambut antusias masyarakat.

Tetapi, tukas Hadameon, setelah acara selesai, masyarakat kesulitan membersihkan badan karena tidak ada air bersih. "Masyarakat kesulitan mandi, karena harus ke sungai," tutur Kabag Umum Sekretariat DPRD DKI Jakarta itu.

Hadamean berharap Pemerintah Kabupaten bisa merencanakan program air bersih ke depan di Kecamatan Kolang.

Camat Kolang, Saut Bona Situmeang yang ditanyai SIB di kantornya, Jumat (24/1) membenarkan kelurahan Kolang Nauli, Kelurahan PO Hurlang dan Unte Mungkur IV kesulitan memperoleh air bersih karena belum ada sarana prasarana air bersih.

Kebutuhan air bersih masyarakat, sambung Camat, ada yang mengambil dari tempat lain, ada yang membeli air, ada yang membuat sumur bor, dan sebagainya. Namun, air dari sumur bor kadang keruh atau kotor.

Mesti memang, lanjut Camat, pembangunan air bersih selalu diusulkan setiap tahun pada Musrenbang. Namun karena banyaknya usulan dari masyarakat tidak sebanding dengan anggaran yang terbatas sehingga air bersih tidak tertampung.

Kepala Bappeda Basyri Nasution yang dimintai tanggapannya terkait keluhan masyarakat Kolang mengatakan akan mengusulkan melalui penanganan SPAM IKK (Sistem Pengembangan Air Minum Ibu Kota Kecamatan). "Kita akan mengusulkan lewat program SPAM IKK Tahun 2021," kata Basyri.

Sedangkan untuk penanganan sementara, Bappeda, ucap Basyri, akan berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Mual Nauli selaku pengelola air di Kabupaten Tapanuli Tengah untuk mengoptimalisasikan sumber air yang ada saat ini.
"Kami berharap masyarakat bersabar. Kami akan berupaya semaksimal mungkin," pungkasnya. (G04/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru