Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Pelaksanaan Preservasi Jalan Lingkar Rantauprapat-Batas Provinsi Riau Dipertanyakan

Redaksi - Sabtu, 07 Maret 2020 18:35 WIB
356 view
Pelaksanaan Preservasi Jalan Lingkar Rantauprapat-Batas Provinsi Riau Dipertanyakan
SIB/Mangandar Simanjuntak
PECAH : Tembok sedada jembatan Sei Kundur sudah pecah belum juga diperbaiki, sementara perbaikannya di anggarkan pada tahun anggaran 2019. 
Labuhanbatu (SIB)
Preservasi jalan lingkar (Rantau Prapat) - Aeknabara - Simpang Kotapinang - Batas Provinsi Riau, tahun anggaran 2019, dengan pagu anggaran Rp 10.673.944.000 pelaksanaannya dipertanyakan warga. Pasalnya, masih banyak ruas jalan yang kondisinya masih berlobang, kendati pada segmen penanganan preservasi (perawatan) hingga tembok sedada pada jembatan Sei Kundur yang sudah pecah tidak juga mendapatkan perbaikan.

Berdasarkan Lampiran II surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga Nomor : 03/SE/Db/2018 tanggal 12 November 2018, terdapat material lapis perekat aspal cair 6.160 liter dan laston lapis aus (AC/WC) sebanyak 714, 56 ton, sedangkan material laston lapis antara (AC/BC) sebanyak 1.071, 84 ton. Pelaksanaan dengan material ini dinilai tidak dilaksanakan sebagaimana tertera pada kontrak kerja yang diterbitkan oleh Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumatera Utara.

Warga menyampaikan bukti banyaknya item.pekerjaan yang tidak dilaksanakan antara lain pada segmen Lingkar Rantau Prapat (Link 024 = 11 K) STA 0 + 000 - STA 9 + 903, pada segmen ini masih terlihat banyaknya lobang jalan yang menganga, dan sejumlah jalan yang bergelombang. Warga juga mengeluhkan adanya pekerjaan Rahab Minor (AC-60) di batas kota Rantau Prapat - Aeknabara, pada STA 1 + 300 S/D 2 + 400, dalam pelaksanaannya dinilai siasia, sebab pelaksanaan pekerjaan rehab minor (AC - 60) tersebut kondisi jalan bergelombang, setelah dilaksanakan hasilnya masih tetap bergelombang.

Penggiat transparansi Sumatera Utara Drs A. Elafsin, SH yang juga ketua LSM Roda Transparansi kepada SIB baru-baru ini di Medan mengatakan, rasa prihatinnya atas kondisi jalan pada ruas Rantau Prapat-Batas Pravinsi Riau, yang setiap tahun mendapatkan anggaran, namun tidak mendapatkan kondisi mantap, baik untuk dilalui kenderaan.

Pada Tahun Anggaran 2016 ada anggaran " Preservasi Jalan Lingkar (Rantau Prapat) HM Said - Aeknabara ". dengan anggaran Rp 52.249.150.000 dan pada tahun anggaran 2017, dengan pekerjaan " Preservasi Rehabilitasi Jalan Rantau Prapat - Simpang Kotapinang - Batas Provinsi Riau". dengan anggaran Rp 18.192.400.000 sedangkan tahun anggaran 2018 yang lalu pada ruas jalan yang sama juga mendapatkan anggaran dengan pekerjaan " Presevasi Rekonstruksi Jalan HM Said - Batas Kota Rantau Prapat - Aeknabara - Simpang Kotapinang - Batas Provinsi Riau" dengan pagu anggaran Rp 48.794.731.000 kemudian untuk tahun anggaran 2019 pekerjaan " Preservasi Jalan Lingkar (Rantau Prapat) - Aeknabara - Simpang Kotapinang - Batas Provinsi Riau". Tahun
Anggaran 2019, dengan pagu anggaran Rp 10.192.400.000 sedangkan untuk tahun anggaran 2020 masih akan ada anggaran untuk " Preservasi Jalan Jembatan Batas Kota Rantau Prapat - Akenabara (Jalan Dalam Kota Rantau Prapat)". dengan besar anggaran Rp 28. 179.592.000.

Menurut Ananda Affandi Oloan Nasution, ST, MT selaku PPK 1.2 Balai Besar Jalan Nasional Provinsi Sumatera Utara, untuk tahun 2020 ini ada lagi pekerjaan " Preservasi jalan Aeknabara - Simpang Kotapinang". dengan pagu bekisar RP 30 miliar lebih' dan " Preservasi Jalan Kotapinang - Batas Provinsi Riau", dengan pagu bekisar Rp 40 miliar lebih.

Sementara PPK 1.2 Balai Besar Jalan Nasional Provinsi Sumatera Utara, Ananda Affandi Oloan Nasution, ST, MT saat ditemui SIB mengatakan, bahwa kerusakan jalan Lingkar Rantau Prapat - Batas Provinsi Riau akibat padatnya volume kenderaan dengan tonase melebihi kapasitas kemampuan jalan. Terkait tembok sedada yang sudah pecah di jembatan Sei Kundur dikatakan segera diperbaiki, demikian juga terkait jalan pada KM 298 - 299 Medan menuju Kotapinang tepatnya di Desa Bulu Cina Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu selesai dikerjakan tujuh bulan lalu, sudah kembali bergelombang dengan biaya sebesar 3,5 miliar. (L01/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru