Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Rekonstruksi Pembunuhan Siswi MTs di Tanjungbalai

*Motif Pelaku Karena Hasrat Terpendam
Redaksi - Senin, 09 Maret 2020 21:53 WIB
138 view
Rekonstruksi Pembunuhan Siswi MTs di Tanjungbalai
lektur.id
Ilustrasi
Tanjungbalai (SIB)
Tim Inafis Polres Tanjungbalai menggelar pra rekonstruksi pembunuhan dan pemerkosaan seorang siswi MTs berinisial N (14), Minggu (8/3) siang. Rekonstruksi itu diperagakan tersangka Sy alias P (16) dengan 10 adegan di TKP Pasar Baru Kecamatan Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai.

Pra rekonstruksi itu dimulai dengan adegan saat tersangka bermain warnet di sebelah rumah korban pada Sabtu sekira pukul 04.00 WIB. Selanjutnya saat tersangka masuk ke dalam rumah korban dengan cara mencongkel pintu belakang rumah dengan menggunakan sendok semen hingga tersangka memasuki kamar korban.

Di dalam kamar korban didapati tidur sendirian dengan posisi miring. Saat pelaku memeluk dari belakang, korban terbangun dan pelaku menyekap wajah korban dengan bantal hingga tidak berdaya. Dalam rekonstruksi itu diperagakan saat pelaku menyekap mulut menggunakan bantal dan menampar pipi korban yang berusaha melawan sambil mencekik leher hingga tubuh korban tidak bergerak.

Mengetahui korban meninggal dunia, pelaku memperkosa korban dengan kondisi kepala korban masih tertutup bantal. Dari pra rekonstruksi itu diketahui pelaku kembali bermain warnet setelah membunuh dan menyetubuhi korban.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira Sik kepada wartawan usai memimpin tim identifikasi di TKP mengatakan, tujuan pra rekonstruksi itu untuk memastikan cara tersangka melakukan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap korban.
"Motif sementara yaitu hasrat terpendam atau asmara. Namun kita masih akan melakukan pemeriksaan intensif untuk mencari tau apa ada motif lainnya, " ucap Kapolres.

Amatan SIB, pra rekonstruksi yang dilakukan tim Inafis Polres Tanjungbalai diperankan langsung tersangka SY di rumah korban. Rekonstruksi itu dihadiri warga yang ingin menyaksikan perbuatan bejat pelaku terhadap korban. Warga juga menghujat pelaku saat dibawa ke TKP dengan kepala ditutup dan dikawal ketat polisi. Di lokasi juga dipasang police line untuk menjaga jalannya rekonstruksi yang dibantu elemen masyarakat setempat. (A09/c)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru