Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Tanaman Kol di Silimakuta Terancam Gagal Panen

Redaksi - Selasa, 10 Maret 2020 12:09 WIB
210 view
Tanaman Kol di Silimakuta Terancam Gagal Panen
SIB/Mey Hendika Girsang
KERDIL : Kol petani yang ditanam pada awal bulan Februari 2020 di Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun kerdil, lantaran intensitas curah hujan minim di daerah itu. Foto dipetik Senin (9/3).&
Simalungun (SIB)
Intensitas curah hujan minim di areal perladangan Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun. Akibatnya, kol yang musim tanamnya awal Februari 2020, terancam gagal panen.

"Jika dilihat dari situasinya, begitu (terancam gagal panen). Sebab, hujan sangat minim sebulan terakhir. Sementara bibit kol yang ditanam petani masih kecil dan baru sekira 3 kali diguyur hujan. Itu pun tidak deras, sehingga pada siang hari, tanah di ladang kering dan berdebu," kata petani daerah itu, Rosman Naibaho, Senin (9/3).

Menurutnya, kol merupakan tanaman yang sangat membutuhkan air hujan. Jika kadar air cukup, sudah bisa dipanen dalam usia 3 bulan. Tapi kalau kekurangan air, pertumbuhannya kerdil dan buahnya tidak optimal.

"Hama ulat dan kutu daun pun riskan menyerang tanaman kol, kalau curah hujannya minim. Jadi, selain pertumbuhannya kerdil, hama juga ganas pada cuaca seperti ini. Keadaan itulah membuat kol terancam gagal panen. Tapi kalau curah hujan cukup, hama pun sedikit dan gampang membasminya," urainya.

Demikian juga dikatakan petani lain, di antaranya Sabar Damanik dan Armen Girsang. Disebut, jika hujan tidak turun satu bulan lagi, kol yang ditanam petani pada awal bulan Februari, akan gagal panen.

"Tidak optimal juga disiram, karena kadar air hujan dengan air dari rumah atau dari PDAM itu, beda. Itu sudah pernah kita coba. Hasilnya minim, sementara biaya produksi bertambah. Sedangkan harga kol paling mahal Rp 2 ribu per Kg. Itu pun sangat jarang. Mudah-mudahanlah hujan cepat turun, biar tidak gagal panen," kata Armen. (S06/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru