Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 31 Mei 2026

Wali Kota Tebingtinggi Buka Imlek Fair “Chinese New Year Festival Tebingtinggi” 2014

- Senin, 27 Januari 2014 15:16 WIB
1.159 view
Wali Kota Tebingtinggi Buka Imlek Fair “Chinese New Year Festival  Tebingtinggi” 2014
SIB/Ist
Pukul : wali kota Tebing Tinggi yang diwakili staf ahli Ismail Budiman SH didampingi wakil ketua DPRD Tebingtinggi H Amril harahap dan anggota Ir Pahala Sitorus MM serta tokoh muda Tionghoa Roy Fernando Salim SE SH dan juga tokoh masyarakat Tionghoa pukul
Tebingtinggi (SIB)- Wali Kota Tebingtinggi diwakili Staf Ahli Bidang SDM dan Politik, Ismail Budiman SH, Jumat (24/1) malam  membuka pegelaran imlek fair yang bertajuk  Chinese New Year Festival Tebingtinggi 2014, di halaman Kampus 3 STIE Bina Karya, Jalan Sisingamangaraja. Kegiatan itu diprakarsai Unit Kerja Mahasiswa Budha (UKMB) STIE Bina Kaya.

Pembukaan Imlek Fair itu ditandai dengan pemukulan gendang Barongsai oleh Ismail Budiman SH didampingi Wakil Ketua DPRD  Tebingtinggi  H Amril Harahap, Anggota DPRD Ir Pahala Sitorus,MM, Ketua DPD Perindo Bun Lak, Ketua PMI H Burhanuddin Harahap, Ketua INTI A  Rianto, Tokoh Muda Tiong Hoa Roy Fernando Salim SE SH, dan Ketua Yayasan STIE Bina Karya Lukito Cahyadi.

Wali Kota dalam sambutannya  mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi menyambut baik pegelaran Imlek Fair yang dilaksanakan UKMB STIE Bina Karya. Ditambahkannya, bahwa dalam rangka menyambut imlek 2565 Pemko Tebingtinggi telah menyiapkan bantuan sembako bagi warga yang beragama budha khususnya yang kurang mampu.

“Ini menunjukkan kepedulian Pemko kita kepada segenap warganya tanpa memandang perbedaan suku, agama dan ras,” ujar Ismail sembari menghimbau para tokoh maupun pengusaha etnis Tiong Hoa untuk menghidupkan kembali dan melestarikan China Town yang sejak dahulu sudah ada di Kota Tebingtinggi berlokasi di Jalan Bedagai serta Jalan Patriot.

“Untuk menghidupkan kembali China Town itu haruslah mendapat dukungan dari legislatif, Pemko telah mengeluarkan aturan agar rumah  dikawasan China Town itu tidak boleh dirubah dari bentuk aslinya. Hal ini demi melestarikan situs maupun bangunan kuno yang memiliki nilai sejarah,” pungkas Budiman.

Amril Harahap dalam sambutannya mengatakan, meskipun Tebingtinggi adalah  sebuah kota kecil, namun kota ini dapat dikatakan sebagai miniatur Indonesia. Sebab di kota ini penduduknya heterogen yang terdiri dari berbagai suku, agama dan ras. Karenanya sangat urgent terus memupuk persatuan dan terus meningkatkan kondusifitas kota  yang telah berjalan baik selama ini.

Tokoh masyarakat Tiong Hoa, Ariyanto dalam sambutannya memberikan apresiasi pada panitia dan menghimbau kepada warga Tiong Hoa Tebingtinggi agar mengedepankan rasa persatuan kebangsaan yang diaplikasikan dengan merayakan hari besar Imlek secara sederhana, tidak berlebihan

“Kita semua adalah satu bangsa, oleh karenanya mari kita perkuat persatuan,  kesatuan dengan hidup berdampingan tanpa diskriminasi demi kejayaan bangsa, selain itu mari sama -sama kita lestarikan  beragam budaya yang ada di negeri ini dan memberikan yang terbaik untuk diwariskan kepada generasi beriikutnya,” ujar  A Riayanto.

Kemeriahan Imlek Fair di malam pembukaan itu semakin lengkap diisi dengan berbagai hiburan yang ditampilkan  Grup Tari dan seni suara dari berbagai dan performa apik lainnya dari PTMSI.  (C20/w)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru