Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 31 Mei 2026

Jelang Imlek, Pemasangan Lampion Marak di P Siantar

*Lampion Beri Makna Rezeki dan Kebahagiaan
- Selasa, 28 Januari 2014 14:59 WIB
464 view
Jelang Imlek, Pemasangan Lampion Marak di P Siantar
SIB/Dok
Ketua DPD Walubi Oei Ik Han SH
Simalungun (SIB)- Tahun Baru Imlek 2565 mulai terasa kemeriahannya di Pematangsiantar meski peringatannya masih seminggu lebih lagi, tepatnya 31 Januari mendatang. Pernak-pernik Imlek seperti lampion dan bunga nenas  yang didominasi warna merah menjadi pemandangan tersendiri yang menghiasi rumah-rumah warga Tionghoa dan di sepanjang jalan utama Pematangsiantar.

Seperti di Jalan Jenderal Sutomo, Jalan Merdeka dan beberapa sudut jalan di Pematangsiantar sudah terpasang hiasan lampu lampion yang tersusun rapi sehingga enak dipandang. Lampu lampion tersebut diikat menggunakan tali nilon menghubungkan ruko dengan ruko lainnya.

Ketua DPD Walubi  Perwalian Umat Budha Indonesia) Kota  Siantar Oei Ik  Han SH kepada SIB, Senin (27/1) mengatakan, keberadaan lampion tidak dapat dipisahkan dari tradisi perayaan Imlek dan Cap Go Meh.

Lampion menjadi semacam atribut budaya yang menandai peralihan tahun dalam penanggalan Tionghoa. Imlek kurang terasa meriah tanpa kehadiran lampion yang menghiasi sudut-sudut jalan, kelenteng, dan rumah-rumah warga peranakan Tionghoa.

Menurut sejarah, jelasnya, tradisi memasang lampion sudah ada di daratan Cina sejak era Dinasti Xi Han atau sekitar abad ke-3. Munculnya lampion hampir bersamaan dengan dikenalnya teknik pembuatan kertas.

Lampion pada masa-masa awal memang diduga telah menggunakan bahan kertas, selain juga kulit hewan dan kain. Lampion mulai diidentikkan sebagai simbol perayaan Tahun Baru dalam penanggalan Tionghoa pada masa Dinasti Ming.

Pendar cahaya merah dari lampion memiliki makna filosofis tersendiri. Nyala merah lampion menjadi simbol pengharapan bahwa di tahun yang akan datang diwarnai dengan keberuntungan, rezeki, dan kebahagiaan.

Legenda klasik juga menggambarkan lampion sebagai pengusir kekuatan jahat yang disimbolkan dengan raksasa bernama Nian. Memasang lampion di tiap rumah juga dipercaya menghindarkan penghuninya dari ancaman kejahatan.

Bentuk lampion yang konvensional adalah bulat dengan rangka bambu. Seiring perkembangan zaman, bentuk lampion yang semakin bervariasi.

Salah satunya adalah lampion yang berangka logam dan dapat difungsikan sebagai lampu meja, atau lampion yang berbentuk bunga teratai yang kuncup. Selain bentuk teratai tersebut, masih banyak kreasi baru dari lampion yang membuat perayaan Imlek menjadi semakin semarak. (C14/A55/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru