Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Lagu Religi Berbasis Etnik Binsar Sitompul

Redaksi - Minggu, 12 September 2021 18:00 WIB
1.249 view
Lagu Religi Berbasis Etnik Binsar Sitompul
Foto: FB
BERSAMA ISTRI: Binsar Sitompul saat masih hidup bersama istrinya, P Br Lumbantobing ketika syukuran ulang tahun di Berastagi pada akhir 2020.
Pahae (SIB)
Binsar Sitompul wafat di Medan, Rabu (8/9) dan jasad pria bergelar Opung Ode Doli yang orangtua Hendrik Sitompul itu Kamis (9/9) dimakamkan di kampung halamannya, Sibaganding Pahae, Tapanuli Utara.

Publik mengenalnya sebagai usahawan. Benar. Di masa tuanya, ia memang peniaga gas dan panas bumi. “Berwiraswasta itu hanya hobinya. Profesinya adalah penyanyi,” ujar Dr Bunthora Situmorang, rekan alm, yang dihubungi via telepon, Jumat (11/9).

Almarhum memang penyanyi jempolan. Saksinya, selain biduan legenda pop Batak tersebut di atas, juga Jack Marpaung yang kini Gembala GBI Jemaat Glow.

Pada 1960-an, Binsar Sitompul terjun di industri hiburan. Bersama Daulat Hutagaol dan kawan-kawan, mengibarkan Parisma. Awal 1970 hijrah ke Jakarta. Bernyanyi di sejumlah rumah hiburan the have seperti di Hotel Borobudur. “Kami berpisah karena Amores ngamen keliling Asia,” kenang Bunthora Situmorang, yang personel Amores bersama Maruli Munthe, Peter Napitupulu dan Thomson Napitupulu, untuk Asia pada 1970-an.

Binsar Sitompul tetap di Jakarta. Bersamaan mengisi industri kreatif, ia komit pada pelestarian warisan leluhur. Menjadi penyanyi etnik dan kuliner.

Ia rutin mitu. Segelas sehari. Di lapo langganannya, terus berdendang. Tiap ada ibadah, di gereja dan di punguan, rutin menjadi song leader.

Suaranya ngebas, tapi bila membawakan lagu mellow, feelnya memesona, membuat pendengarnya terkesima. Apalagi wanita.

Disibuki tanggung jawab sebagai kepala keluarga, Binsar Sitompul tak lagi fokus di industri hiburan. Saat putranya, Hendrik Sitompul, syukuran menjadi anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan pada 2014, sejumlah musisi senior Tanah Air hadir. Termasuk Bunthora Situmorang, yang untuk pertama kali berkenalan dengan keluarga inti almarhum.

Pertemuan itu mengingatkannya di awal 1970-an ketika Binsar Sitompul dan rekan-rekan tinggal bersama para artis Ibu Kota asal Sumut di Jakarta. Almarhum dikenal sebagai pria dandy, romantis, pemberani dan setia. “Banyak perempuan suka, tapi ia tak tergoda. Saya pikir, beruntunglah perempuan yang menjadi istri sahabat saya ini. Namun, setelah bertemu dengan istrinya, penilaian saya terbalik. Yang beruntung adalah Binsar Sitompul karena punya istri yang baik, rendah hati dan anak Tuhan,” kenang Bunthora Situmorang.

Hampir 20 tahun tak bertemu, ia mendapat kabar kematian sahabat baiknya. “Saya yakin, di rumah Bapa, Binsar Sitompul terus berkidung memuliakan-Nya,” harapnya.

Almarhum di masa tuanya mengisi hari-harinya dengan berkidung religi. Pada syukuran ulang tahun sang istri dan perayaan Natal & Tahun Baru 2021 di hotel terkemuka di Berastagi akhir Desember, ia bernyanyi religi.

Dari pernikahan dengan P Br Lumbantobing, Binsar Sitompul beroleh 6 orang buah hati. Pria kelahiran 15 April 1939 itu dikaruniai 20 cucu dan 4 cicit. (FB / R10/a)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru