Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Februari 2026
GMI Memasuki Tahun Aktualisasi Pelayanan

Bishop Kristi Wilson Sinurat: GMI Harus Berguna Bagi Semua Ciptaan Tuhan

* RE Nainggolan: Warga Kristen Pancarkan Damai Sejahtera dan Kebahagian
Redaksi - Senin, 17 Januari 2022 16:57 WIB
1.112 view
Bishop Kristi Wilson Sinurat: GMI Harus Berguna Bagi Semua Ciptaan Tuhan
Foto : Ist/harianSIB.com
Pimpinan GMI Wilayah I, Bishop Kristi Wilson Sinurat
Medan (SIB)
Gereja Methodist Indonesia (GMI) kini memasuki tahap ketiga (tahun aktualisasi pelayanan) dari lima tahap yang telah ditetapkan melalui Renstra (Rencana Strategis) untuk mencapai visi GMI Tahun 2033 yaitu ”Gereja Bertumbuh Memberkati Semua Ciptaan".

Tahun aktualisasi pelayanan (2021-2025) merupakan kelanjutan dari tahun revitalisasi di mana selama empat tahun (2017-2021) GMI merevitalisasi diri, aset dan semua sumber daya untuk meningkatkan pelayanan Gereja Methodist menjadi gereja yang memberkati semua ciptaan.

"Di tahun aktualisasi pelayanan ini gereja harus bisa mengekspresikan semua potensi dan kapabilitas yang dimiliki supaya berguna bagi semua ciptaan. Karena manusia dan segala ciptaan Tuhan berada dalam satu rumah. GMI tidak lagi berorientasi kepada diri sendiri tapi sudah harus peduli pada pihak lain," ungkap Pimpinan GMI Wilayah I Bishop Kristi Wilson Sinurat STh MPd saat diwawancarai harianSIB.com pada acara syukuran Tahun Baru GMI Wilayah I, Sabtu (15/1)
Syukuran Tahun Baru yang mengambil tema 'Mengaktualisasi pelayanan Gereja yang memberkati semua ciptaan', dihadiri tokoh masyarakat RE Nainggolan, Anggota DPD RI Pdt WTP Simarmata, Sekretaris Umum PGI Wilayah Sumut Pdt Dr Eben Siagian bersama sejumlah pengurus dan Bishop RPM Tambunan.

Bishop Kristi Wilson mengatakan walau tahun aktualisasi baru berjalan setahun, kita harus bisa bergerak untuk bijak, bertahan dan setia melewati berbagai tantangan yang terjadi di sekitar kita. GMI harus bisa mengekspresikan kasih Tuhan yang sudah diterima, ujarnya.

Semua sumber daya di GMI mulai dari kesalehan individu dan gereja lokal harus terus dikembangkan sehingga berguna bagi sesama manusia dan juga bagi keutuhan ciptaan Tuhan.
Dijelaskannya, mengaktualisasi pelayanan bisa dimulai dari tingkat pendidikan. Ketika kita telah menerima pendidikan dan pengetahuan yang benar, kita harus mampu memberikan dan menghadirkan kecerdasan serta kesejahteraan bagi masyarakat atau orang lain.

Menghadirkan kesejahteraan pada manusia tentunya harus bisa memperbaiki mental. "Jangan bermental miskin, tapi didik mereka bermental sebagai orang yang sudah dikaruniai Tuhan dan tahu bersyukur," ujar bishop.
Tokoh masyarakat RE Nainggolan mengucapkan syukur selalu merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan setiap kali menghadiri syukuran tahun baru yang digelar GMI.

Dikatakannya, Abraham Maslow adalah orang pertama mengenalkan kata 'aktualisasi diri'. "Aktualisasi diri merupakan penggunaan dan pemanfaatan secara penuh bakat, kapasitas-kapasitas, potensi-potensi yang dimiliki oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan diri tersebut," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, RE Nainggolan mengucapkan selamat kepada Bishop Kristi Wilson Sinurat yang pada Konag 2021 terpilih kembali sebagai pimpinan GMI Wilayah I. Dan juga bertambahnya wilayah pelayanan di GMI menjadi tiga wilayah.

"Suatu hal yang luar biasa di mana pemekaran tidak menimbulkan perselisihan tapi sukacita yang hadir," imbuhnya.

Karena itu RE Nainggolan mendoakan seluruh warga Kristen berbahagia. "Ada yang mengatakan warga Kristen adalah tubuh Kristus di dunia. Kalau tubuh Kristus ada di dunia maka kita menjadi memancarkan damai sejahtera, kebahagian, hindari hoaks dan kebohongan," jelasnya.

Sementara Pdt WTP Simarmata bersyukur GMI sudah mengaktualisasi diri. Setiap orang yang mampu memperkenalkan diri dengan aktualisasi diri adalah level tertinggi manusia. Saat ini masih banyak gereja-gereja yang tema tahunan dan periodenya menyangkut kebutuhan internal dan pelayanannya. Namun GMI sudah mengaktualisasikan pelayanan. "Jadi GMI sudah menjadi gereja yang tiba pada level tertinggi, menerjemahkan dirinya berguna bagi orang lain," ujarnya.

Pdt WTP Simarmata menjelaskan di CCA ada kalimat yang selalu dipakai yakni untuk semua ciptaan Tuhan. Karena kita hidup di dunia. "Alkitab juga berkata Oikumene bahwa bumi ini adalah satu rumah untuk kita huni. Jikalau kita sudah hidup di Oikumene, bumi ini harus diirawat. Itulah yang disebut lingkungan hidup." (SS4/f)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru