Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 31 Mei 2026

20 Tahun Beroperasi Lafarge Komit Bangun Aceh

- Sabtu, 01 Februari 2014 18:01 WIB
520 view
20 Tahun Beroperasi Lafarge Komit Bangun Aceh
SIB/ist
Country CEO PT Lafarge Cement Indonesia, Antony Ricolfi (tengah) berdiskusi saat menerima kunjungan dari jajaran Pemerintah Daerah Aceh yang diwakili Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud (kanan), Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah (kiri) dan Ketua DPRD Aceh Hasb
Lhoknga Aceh Besar (SIB)- Memasuki tahun ke-20 operasi bisnisnya, produsen semen global, PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) menggarisbawahi komitmen jangka panjangnya di Indonesia khususnya di Aceh di mana pabrik semen itu berada.

Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Daerah Aceh yang dalam beberapa tahun terakhir, kian gencar menggalakkan promosi investasi untuk menarik investor baru luar negeri.

Komitmen ini kembali ditegaskan Country CEO LCI, Antony Ricolfi, pada saat menerima kunjungan Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah, Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud dan Ketua DPRD Aceh Hasbi Abdullah, serta para pejabat lain di jajaran Pemerintahan Daerah Aceh,Rabu  (29/1/2014).

"Sejak pertama beroperasi di Indonesia, LCI memiliki komitmen jangka panjang yang dibuktikan selama 20 tahun kami hadir di Bumi Serambi Mekah. LCI akan tetap dengan komitmen jangka panjang ini," katanya.

  Dikatakannya,melalui program tanggungjawab sosial perusahaan, LCI juga menjalankan program pengembangan masyarakat bagi masyarakat Aceh.
Sempat terhenti pada tahun 2004 akibat tsunami yang menghantam Aceh, sebutnya, memperlihatkan komitmennya dengan melakukan rekonstruksi atas fasilitas produksi usai tsunami.

Sesudah pemulihan fasilitas produksi dilakukan, maka pada tahun 2010, LCI sudah dapat beroperasi total kembali dengan kapasitas produksi yang lebih besar 20% jika dibandingkan dengan sebelum tsunami.

Sementara  itu Gubernur Aceh dr Zaini mengatakan,pihaknya memberi apresiasi sangat tinggi kepada Lafarge Cement Indonesia yang telah berinvestasi dan tetap beroperasi di Indonesia. Kami tahu bahwa segala sesuatu berjalan tidak terlalu mudah sesudah musibah tsunami, namun berkat komitmen, kesungguhan dan kerja keras, segala sesuatunya dapat diatasi,ujarnya.

Menurut Gubernur Aceh itu, apa yang kita harapkan di Aceh ke depannya adalah hadirnya investasi asing yang lebih banyak lagi, karena situasi saat ini sudah sangat kondusif bagi investasi.CSR

LCI juga mempunyai beberapa program CSR yang dilakukan antara lain pemberian beasiswa kepada 400 siswa di Kabupaten Aceh Besar, pembiayaan mikro dan pemberian keterampilan untuk kelompok perempuan di wilayah Lhoknga, Aceh Besar. Untuk tahun 2014 ini, akan segera diluncurkan program pemberdayaan ekonomi melalui Koperasi Wanita.

Awal tahun 2012, LCI meluncurkan program “Rumahku” yang bertujuan untuk menyediakan perumahan yang lebih baik untuk masyarakat berpenghasilan rendah melalui akses kredit mikro dan bantuan teknis dalam proses pembangunan. Program ini  merefleksikan branding perusahaan, Building Better Cities.

Dalam satu setengah tahun program Rumahku sukses menyelesaikan pembangunan sebanyak 1.500 perumahan dan memungkinan 7.500 orang memilki rumah yang layak huni. Program ini merupakan kemitraan dengan institusi-institusi penyedia pembiayaan mikro seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri dan sejumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR). (A3/w)






SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru