Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 03 Agustus 2026

Gempa Tektonik Pasaman Barat Goyang Rantauprapat, Anak Sekolah Berhamburan dari Kelas

Redaksi - Sabtu, 26 Februari 2022 20:12 WIB
647 view
Gempa Tektonik Pasaman Barat Goyang Rantauprapat, Anak Sekolah Berhamburan dari Kelas
Foto: Kompas.com/BPBD Pasbar
Sebuah sekolah rusak akibat gempa yang melanda Pasaman Barat, Jumat (25/2/2022).
Rantauprapat (SIB)
Gempa bumi tektonik yang terjadi di Pasaman Barat, Sumatera Barat, menggoyang Rantauprapat, Jumat (25/2). Warga berhamburan keluar rumah. Anak-anak sekolah dan guru juga berhamburan dari ruang kelas.

"Pas gempa itu, lari kami semua dari kelas ke lapangan," kata seorang murid sekolah swasta di Rantauprapat kepada orangtuanya.

Menurut Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Deliserdang Sumatera Utara, Agus Riyanto, yang dikonfirmasi SIB, gempa bumi tektonik M6,2 terjadi di wilayah Talamau, Pasaman Barat, Sumbar, berkekuatan 6,2 magnitudo (M6,2), Jumat 25 Februari 2022 pukul 08.39.29 WIB.

"Terasa getaran seakan-akan truk berlalu, terjadi di Pesisir Selatan, Rantauprapat, Nias Selatan dan Bangkinang dengan skala intensitas II MMI (modified mercalli intensity). Getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang," sebut Agus Riyanto, seperti siaran pers Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno yang diperoleh SIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,1. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,14° LU ; 99,94° BT, atau berlokasi di darat pada jarak 12 Km Timur Laut wilayah Pasaman Barat, pada kedalaman 10 Km.

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

"Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Pasaman Barat dengan skala intensitas VI MMI. Getaran dirasakan semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar seperti di Pasaman dengan skala intensitas V MMI. Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun di Agam, Bukittinggi dan Padangpanjang dengan skala intensitas IV MMI. Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah di Padang, Payakumbuh, Aekgodang, dan Gunungsitoli dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah)," sebutnya.

Terasa getaran seakan akan truk berlalu di Pesisir Selatan, Rantauprapat, Nias Selatan, dan Bangkinang dengan skala intensitas II MMI.

"Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan di daerah Pasaman Barat yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut

Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ungkapnya.

Setelah itu masih terjadi gempa bumi susulan.

Hingga pukul 10.06 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 15 kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M4,2. Gempa utama M6,1 ini sebelumnya didahului 1 kali kejadian gempa bumi pendahuluan (foreshock) dengan magnitudo M5,2.

Agus menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa. (E5/c)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru