Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 07 Mei 2026

Sampah Diolah Menjadi Kerajinan Tangan Bernilai Tinggi

Redaksi - Selasa, 11 Juli 2023 19:38 WIB
900 view
Sampah Diolah Menjadi Kerajinan Tangan Bernilai Tinggi
(Foto Nengsih)
Mengolah sampah plastik jadi bernilai ekonomis. Ilustrasi
Sibolga (SIB)
Rumah BUMN Sibolga gencar lakukan pendampingan kepada para mitra binaan dalam meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Kolaborasi Rumah BUMN Sibolga bersama pegiat lingkungan dan pengrajin dari Bank Sampah Yamantab (BSY) mengolah bahan baku sampah sachet menjadi beragam produk kerajinan tangan.
Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatera Utara Yasmir Lukman kepada wartawan, Minggu (9/7) mengatakan, ide mengolah sampah menjadi sebuah produk kerajinan tangan bernilai tinggi ini berawal dari banyaknya sampah sachet yang diterima dari masyarakat. Selanjutnya, komunitas BSY berhasil menciptakan berbagai produk kerajinan tangan berbahan baku sampah sachet seperti keranjang belanja, tempat tisu, wadah botol air minum dan tas tangan.
General Manajer PLN UID Sumatera Utara, Awaluddin Hafid menyambut baik upaya yang dilakukan oleh komunitas BSY ini sebagai salah satu cara mengubah limbah sampah menjadi sebuah barang yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Sampah plastik masih menjadi permasalahan utama saat ini. Karena sampah plastik membutuhkan waktu yang cukup lama agar dapat terurai menjadi tanah. Untuk itu, kami mengapresiasi komunitas BSY ini telah menginisiasi ide tersebut untuk diolah kembali menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis,” ungkap Awaluddin.
Salah satu komunitas Bank Sampah Yamantab (BSY), Dian Iradhani Pribadi menuturkan pihaknya sangat terbantu dengan adanya rumah BUMN Sibolga. Rumah BUMN Sibolga membantu komunitas BSY dalam mendesain logo, packaging hingga menyediakan penjualan online melalui marketplace di aplikasi PLN Mobile.
Diceritakannya, mereka dapat menyelesaikan 5 hingga 6 kerajinan dalam sehari. Untuk membuat satu tempat tissue mereka membutuhkan 128 sachet, sedangkan wadah botol air minum kecil membutuhkan 150 sachet dan keranjang belanja besar membutuhkan 500 sachet.
Hasil kerajinan tangan ini juga telah merambah pasar di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Sebanyak 180 buah hasil kerajinan tangan tersebut telah laris terjual di masyarakat. (A2/a)


Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru