Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 07 Mei 2026

Jalanan Kota Sidikalang Padat, Warga Ramai Berburu Takjil

Redaksi - Kamis, 14 Maret 2024 15:00 WIB
596 view
Jalanan Kota Sidikalang Padat, Warga Ramai Berburu Takjil
Foto: SIB/Edison P Malau
TAKJIL: Warga Sidikalang memadati badan jalan nasional di Sidikalang, persisnya di depan kantor Bupati Dairi untuk berburu takjil, Rabu (13/3) mulai pukul 17.00 WIB hingga azan berkumandang. 
Sidikalang (SIB)
Memasuki hari kedua bulan puasa Ramadan, masyarakat memadati ruas jalan nasional persisnya di depan kantor Bupati Dairi di Kota Sidikalang. Keramaian itu biasanya terjadi karena warga banyak berburu takjil mulai pukul 17.00 WIB hingga azan berkumandang.

Pantauan wartawan, Rabu (13/3), sama seperti sehari sebelumnya, masyarakat dari kaum laki-laki dan perempuan, kalangan Muslim dan non Muslim ramai memadati berbagai lapak jualan takjil yang berjejer di sepanjang tepi jalan maupun di atas trotoar.

Beberapa warga kepada wartawan SIB mengaku kehadiran mereka mengerubungi lapak-lapak jualan takjil merupakan luapan rasa rindu yang hanya ada sekali setahun. “Kami merasa, momen seperti ini menjadi ajang rekreasi kecil di sore hari. Hal ini juga sikap menghargai dan menjaga saudara-saudara kita yang menunaikan ibadah puasa,” ujar salah satu warga beragama non Muslim.

Pantauan SIB di sepanjang jalan protokol Sidikalang, para pedagang atau penjual takjil dadakan seperti menerima komando, menyusun dan menempatkan dagangan mereka berjejer. Para pengendara yang melintas, berjalan perlahan sambil memperhatikan dagangan yang cocok dan berhenti untuk membeli.

Sebelumnya pada hari pertama, badan jalan yang cukup lebar tersebut sempat dipadati kendaraan hingga arus lalulintas mengalami kemacetan. Soalnya banyak kendaraan yang berhenti hingga memakan setengan badan jalan selebar 12 meter itu. Macet tidak berlangsung lama, karena para pedagang hanya menjual yang sudah dikemas dan dibawa pulang.

Hari kedua Rabu (13/3/2024) sekira pukul 17:30 WIB badan jalan sempat sepi karena guyuran curah hujan, sehingga pengendara sepeda motor tidak terlihat berhenti unuk membeli takjil. Lebih kurang 30 menit, jalanan kembali padat, karena curah hujan berhenti seiring kumandang azan telah terdengar menggelegar. (**)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru