Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 30 Maret 2026

Juredah Terima Penghargaan OASE- KIM Dari Ibu Negara

Armentoni Munthe - Selasa, 21 Mei 2024 13:12 WIB
600 view
Juredah Terima Penghargaan OASE- KIM Dari Ibu Negara
Foto dok Diskominfo
Foto Bersama: Juredah foto bersama Pj. Bupati Aceh Tenggara, Syakir, Kadis Dikbud Agara, Julkifli dan Kepala DPPKB Agara, Budi Afrizal.
Kutacane (harianSIB.com)
Atas kepeduliannya untuk memajukan pendidikan di daerah pedalaman, Juredah guru SD Swasta Leboh Kabo Desa Ukhat Peseluk Kecamatan Leuser, menerima penghargaan OASE KIM dari Ibu Negara Iriana Widodo.

Selaku perempuan yang berjasa terhadap pendidikan, sang pengajar di daerah terpencil itu mendapat penghargaan dari Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM).

Penghargaan itu diserahkan Ibu Negara Iriana Widido, pada saat peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke- 52 bersamaan dengan peringatan Hari Kartini tahun 2024 di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (16/5/ 2024).

"Kami menyampaikan apresiasi atas penghargaan dan prestasi yang diraih Juredah, salah satu perempuan di Aceh Tenggara sebagai wakil Aceh, berjasa dalam bidang pendidikan berdasarkan usulan dan penilaian dari Tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara dan bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak DPPKB Aceh Tenggara," kata Pj Bupati Aceh Tenggara, Syakir kepada harianSIB.com Selasa, (21/5/2024).

Kata dia, kiranya penghargaan ini dapat memotivasi abdi negara lainnya untuk semakin meningkatkan pengabdian dan dedikasi mereka kepada masyarakat, terutama masyarakat di daerah terpencil di pedalaman Leuser.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agara Julkifli, menyampaikan rasa bahagianya atas prestasi yang diraih Juredah, salah satu tenaga pendidik di daerah pedalaman di Kecamatan Leuser tersebut.

"Juredah sudah cukup lama berkiprah dalam dunia pendidikan di daerah pedalaman yaitu Desa Ukhat Peseluk Kecamatan Leuser dan hingga sekarang masih aktif mengajar di SD Swasta Leboh Kabo," ujarnya.

Juredah mulai berkiprah pada tahun 1994 dengan merintis Rumah Belajar Leboh Kabo di daerah pedalaman dengan jumlah murid 30 sampai 50 orang dari warga sekitar.


Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru