Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Wabup Simalungun Buka Rembuk Stunting 2024

Jheslin M Girsang - Selasa, 28 Mei 2024 18:58 WIB
578 view
Wabup Simalungun Buka Rembuk Stunting 2024
(Foto: harianSIB.com/Jheslin M Girsang)
TEKEN: Wabup Simalungun Zonny Waldi menandatangani komitmen bersama untuk melaksanakan pencegahan dan penanganan stunting, di Balei Harungguan Djabanten Damanik, Pamatangraya, Selasa (28/5/2024).
Simalungun (harianSIB.com)
Wakil Bupati (Wabup) Simalungun Zonny Waldi membuka rembuk stunting tahun 2024, di Balei Harungguan Djabanten Damanik, Pamatangraya, Selasa (28/5/2024).

Kegiatan tersebut dalam rangka menyelaraskan komitmen bersama untuk pencegahan, pengendalian dan penurunan angka stunting di Kabupaten Simalungun.

Hadir juga Dandim 0207/SML Letkol Inf Slamet Faojan, Mai Debora Gultom mewakili BKKBN Provinsi Sumatera Utara dan Sekretaris Daerah Simalungun Esron Sinaga.

Zonny mengatakan, penurunan angka stunting tidak hanya dilakukan oleh pemerintah. Tapi, harus berkolaborasi dengan stakeholder.

Sesuai dengan Instruksi Presiden, katanya, target penurunan prevalensi stunting 14 persen. Saat ini, Kabupaten Simalungun berada di angka 17,7 persen dan mengalami kenaikan 0,3 persen.

"Kita buat perencanaan dan pelaksanaannya agar angka stunting di Simalungun menurun. Intervensi serentak pencegahan stunting harus dilaksanakan dengan baik. Data sasaran harus diverifikasi dan divalidasi," kata Zonny.

Menurutnya, untuk menurunkan angka stunting dibutuhkan pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi dan intervensi bagi seluruh ibu hamil serta bayi di bawah lima tahun dan calon pengantin.

"Kita juga bisa menggunakan Dana Desa untuk PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bagi balita yang beresiko stunting. Kita atur kandungan gizinya," ungkap Zonny.

Dia pun mengajak satuan tugas untuk melakukan kerjasama yang baik dengan seluruh stakeholder agar target nasional penurunan angka stunting 14 persen dapat tercapai.

Sementara itu, Dandim 0207/SML mengatakan, pihaknya mendukung pemerintah daerah dalam upaya penanganan stunting. Babinsa akan dikerahkan untuk bekerjasama dengan stakeholder.

"Kita akan laksanakan sehingga bisa mencapai target 14 persen pada tahun ini," ujarnya.

Kepala BKKBN Sumut diwakili Mai Debora Gultom menjelaskan, sedang diupayakan Gerakan Intervensi Serentak secara nasional yang dimulai sejak Mei 2024.

Dalam rembuk stunting tersebut, dilakukan juga penandatanganan komitmen bersama untuk melaksanakan pencegahan dan penanganan stunting di Simalungun. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru