Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

Unjuk Rasa Gen-Z ‘Dibakar’ Medsos, Hinca Panjaitan: Milenial Indonesia Miliki Literasi Bagus

Oki Lenore - Jumat, 17 Oktober 2025 15:07 WIB
638 view
Unjuk Rasa Gen-Z ‘Dibakar’ Medsos, Hinca Panjaitan: Milenial Indonesia Miliki Literasi Bagus
Ist/SNN
Dr Hinca Ikara Putra Panjaitan XIII SH MH ACCS

Antananarivo(harianSIB.com)

Berbagai negara mengalami gelombang protes yang dipicu oleh media sosial dan dipimpin oleh Generasi Z. Yang terakhir adalah Madagaskar. Keterlibatan Gen Z dan penggunaan media sosial telah mengubah cara protes diorganisasi, disebarkan, dan mendapatkan resonansi global.

Demonstrasi terjadi di seluruh penjuru Madagaskar sejak 25 September 2025, yang berpusat di ibu kota Antananarivo. Demo dipimpin milenial, khususnya Gen Z yang awalnya merupakan protes atas kelangkaan air dan listrik, kemiskinan dan dugaan korupsi. Tetapi merambat dan berubah agar Presiden Madagaskar Andry Rajoelina mengundurkan diri dari jabatannya.

Aksi berakibat 22 orang tewas dan hingga Rabu (15/10), militer Madagaskar masih siaga 24 jam sebab eskalasi kerusuhan masih besar pasca Presiden membubarkan kabinet dan memecat Perdana Menteri Christian Ntsay pada 29 September dan menunjuk Jenderal Ruphin Fortunat Zafisambo sebagai perdana menteri baru.

Fenomena 'keberhasilan' Gen-Z dianalisis Dr Hinca Ikara Putra Panjaitan XIII SH MH ACCS. Anggota DPR RI sejak 14 Februari 2018 itu berhadapan langsung dengan pengunjuk rasa Gen-Z pada Agustus di Jakarta. "Suasana batin Gen-Z dipujikan. Idealismenya tinggi dan perjuangannya murni untuk menegakkan keadilan sosial," ujarnya di Medan, Rabu (15/10).

Baca Juga:
"Perjuangan tersebut akan sangat baik jika referensi tentang kehidupan berbangsa bernegara Gen-Z tak semata dari platform media sosial tapi dari media mainstream," ujarnya. "Sebab media mainstrem itu dikerjakan pekerja pers yang terikat dengan kode etik yang bertanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Baik itu surat kabar, televisi dan radio serta lainnya," tegasnya.

Anggota Fraksi Partai Demokrat di Komisi III DPR RI itu berharap, medsos yang unggul mengoordinasikan kondisi secara real-time semakin memiliki bobot literasi agar tidak terjadi bias, seperti terlihat di negara luar yang sedang meredam gejolak unjuk rasa.

"Di Indonesia, saat Gen-Z 'bergerak' orang-orang yang cinta NKRI termasuk anggota legislatif, berjuang luar biasa keras agar perjuangan tidak bergerak liar," ceritanya sambil membuka "inside information" yang sama sekali tak diketahui publik. "Syukur semua berakhir sempurna hingga kehidupan berbangsa bernegara di Tanah Air normal seperti biasa!"

Ia menyiapkan skema bahwa alat Gen Z menggunakan media sosial dan grup pesan terenkripsi disandingkan dengan literasi berisi pemahaman perkembangan politik yang riel da ideal.

"Pengaruh budaya digital Gen Z berbaur dengan budaya pop, meme dan estetika digital yang sangat ideal dengan literasi berbangsa dan berbangsa dengan napas Pancasila yang utuh dan kuat," simpul Hinca Panjaitan.

Berikut nukilan unjuk rasa Gen-Z lintas benua: Nepal: Protes besar-besaran pada September 2025, dipicu oleh larangan pemerintah terhadap media sosial, yang memicu kemarahan atas korupsi dan nepotisme yang meluas. Protes ini menyebabkan pengunduran diri beberapa pejabat tinggi.

Filipina: Demonstrasi yang dipimpin mahasiswa disulut oleh kemarahan atas salah urus dana proyek pengendalian banjir dan isu-isu lain yang berhubungan dengan pemerintahan.

Kenya: Demonstrasi yang dikenal sebagai gerakan #RejectFinanceBill2024 menentang kenaikan pajak yang diusulkan dan disebarkan secara luas melalui media sosial.

Maroko: Protes di beberapa kota menuntut perbaikan layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan. Gerakan ini diorganisasi secara daring oleh kelompok pemuda anonim.

Peru: Demonstrasi pecah sebagai respons terhadap undang-undang reformasi dana pensiun dan dipimpin oleh kalangan muda yang merasa tidak puas dengan status quo politik.

Timor Leste: Tiga hari protes diwarnai bentrokan antara demonstran dengan polisi, yang kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata, berakhir ketika anggota parlemen setuju untuk membatalkan program pembelian mobil dan membatalkan program pensiun seumur hidup mereka jika para mahasiswa menghentikan demonstrasi.

Prancis: Unjuk rasa Gen Z, pada Rabu (10/9) bertajuk "Bloquons Tout" atau "Block Everything" digelar di berbagai titik di negara ini, dari Paris hingga Toulouse, yang menolak pemangkasan anggaran 44 miliar euro dan menyoroti krisis politik selama pemerintahan Presiden Perancis Emmanuel Macron.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sudung Situmorang Monitoring Penanganan Kasus Korupsi di Sumut
Kejari Labuhanbatu Tahan 2 Tersangka Korupsi
4 Bulan Sandang Tersangka Korupsi, Kadis Tarukim Karo dan PKK Belum Dicopot
Gaya Hidup Konsumtif Picu Kepala Daerah Korupsi
Seharusnya Kepala Daerah Jera Berbuat Korupsi
Penelitian: Media Sosial dan Selfie Mengubah Seseorang Menjadi Narsis
komentar
beritaTerbaru