Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Februari 2026

Ketua ASEPHI Sumut Sebut Taput Berpotensi Jadi Sentra Ekspor dan Produksi Ulos Nasional

Anwar Lubis - Jumat, 17 Oktober 2025 18:29 WIB
781 view
Ketua ASEPHI Sumut Sebut Taput Berpotensi Jadi Sentra Ekspor dan Produksi Ulos Nasional
Foto: harianSIB.com/Anwar Lubis
Pembukaan pagelaran festival ulos dan fashion taput 2025, di depan Gedung Kesenian, Sopo Partungkoan, Tarutung, Jumat, (17/10/2025).

Taput(harianSIB.com)

Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Sumut, RE Nainggolan, menilai Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekspor dan produksi ulos nasional.

"Potensi yang dimiliki Taput sangat besar. Karena itu, kualitas dan daya jual ulos perlu ditingkatkan melalui standardisasi, kurasi desain, serta promosi yang berkelanjutan," ujar RE Nainggolan saat memberikan sambutan pada Festival Ulos dan Fashion Taput 2025, di depan Gedung Kesenian Sopo Partungkoan, Tarutung, Jumat (17/10/2025).

Mantan Bupati Taput periode 1999-2004 itu juga menekankan pentingnya sinergi antara pelaku budaya, pemerintah, dan sektor industri kreatif.

Baca Juga:
"Kolaborasi ini penting untuk melestarikan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan potensi budaya sebagai basis ekonomi kreatif," tambahnya.

Festival tersebut dibuka langsung oleh Bupati Taput, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat (JTP), didampingi Ketua Dekranasda Neny Angelina br Purba, jajaran Forkopimda, Rektor IAKN Tarutung Albiner Siagian, tokoh adat, para penenun, pelaku UMKM dan masyarakat.

Mengusung tema "Mewujudkan Taput Menjadi Sentra Ulos Nasional," festival ini juga dirangkai dengan peringatan Hari Ulos Nasional.

Dalam sambutannya, Bupati JTP menegaskan pentingnya melestarikan budaya dan menjadikan ulos sebagai identitas sekaligus sumber ekonomi masyarakat.

"Ulos bukan hanya simbol adat, tetapi juga sandang dan jati diri orang Batak. Melalui festival ini, kita dorong agar ulos gedogan, yang ditenun dengan alat tradisional, menjadi kebanggaan dan kekuatan ekonomi lokal bagi sekitar 6.500 penenun di Taput. Dengan begitu, pendapatan keluarga mereka bisa meningkat," ujarnya.

JTP juga mengusulkan pembentukan Koperasi Ulos Taput untuk membantu penenun memperoleh bahan baku dengan harga terjangkau serta menjaga stabilitas harga jual ulos.

"Kita ingin sistem yang berpihak kepada penenun. Koperasi ini akan memastikan agar nilai ekonomi ulos berdampak langsung kepada keluarga mereka. Kita juga akan melaksanakan program 'Hari Kamis Hari Berbudaya', di mana siswa dan ASN mengenakan pakaian dengan kreasi ulos khususnya ulos gedogan sebagai bentuk gerakan internal pelestarian budaya," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Taput, Neny Angelina br Purba, berharap perayaan Hari Ulos di Taput dapat menjadi agenda tahunan.

"Dengan lebih dari 6.500 penenun di Taput, festival ini diharapkan mampu mengangkat mereka dan mengubah air mata penenun menjadi mata air kebahagiaan bagi Taput," katanya.

Sebelumnya, Ketua Panitia sekaligus Kadis Pariwisata Taput, Sasma Situmorang, menjelaskan bahwa festival ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat posisi Taput sebagai daerah penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya.

"Festival Ulos dan Fashion Taput tidak hanya menampilkan keindahan wastra ulos, tetapi juga menjadi wadah edukasi, inovasi, dan kebanggaan bersama. Kami ingin generasi muda memahami bahwa ulos bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas hidup yang memiliki nilai ekonomi di masa depan," ujarnya.

Rangkaian acara festival meliputi lomba tenun sadum sirat, lomba styling ulos, fashion show, talkshow budaya, lomba mewarnai, serta Hall of Inspiration yang menampilkan sejarah dan filosofi ulos. Pada malam harinya, pengunjung akan dihibur oleh penampilan artis Tongam Sirait.

Pagelaran ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia dan Bank Sumut Cabang Tarutung melalui Dame Ulos dan Simata Creative. Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi antara penenun, desainer, akademisi, pelaku UMKM, dan sektor swasta untuk terus mengembangkan inovasi wastra berbasis budaya lokal. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dr RE Nainggolan MM: N4J Lahir karena Prihatin akan Maraknya Upaya Perlawanan kepada Pemerintah
Pasca Fashion Show Glamour, Regina Hutapea dan Susi Sinaga Minta Berdayakan Partonun Ulos
Gaet Milenial, Bank Indonesia Memperbarui Tata Pamer Museum
Nikson Nababan Harapkan Ulos Batak Jadi Primadona Pakaian Nusantara
Kapolres Taput Bersama Dandim 0210 dan Sejumlah OPD Sidak ke Pasar Tarutung
GEPKIN Tarutung Gelar KKR Kasih Melanda Tapanuli
komentar
beritaTerbaru