Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Update Bencana Taput: 15.765 Warga Terdampak, Evakuasi Terus Berlanjut

Anwar Lubis - Rabu, 03 Desember 2025 11:33 WIB
540 view
Update Bencana Taput: 15.765 Warga Terdampak, Evakuasi Terus Berlanjut
Foto Dok/Pemkab Taput
Infografis rekapitulasi kejadian bencana di Kabupaten Taput menunjukkan 34 korban meninggal, 14 hilang, 3 luka-luka, serta 15.765 warga terdampak per 2 Desember 2025 pukul 19.00 WIB.

Taput(harianSIB.com)

Upaya penanganan bencana longsor dan banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), memasuki hari kedelapan. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Taput pada Selasa (2/12/2025) pukul 19.00 WIB, sebanyak 15.765 warga terdampak bencana yang melanda sejak 25 November 2025 lalu.

Hingga saat ini, tercatat 34 orang meninggal dunia, terdiri dari 22 warga Taput dan 14 warga dari luar daerah. Sebanyak 14 orang masih dalam status hilang dan terus dicari oleh tim gabungan, sementara 3 orang mengalami luka-luka dan telah mendapat penanganan medis.

Kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan cukup masif. Tercatat 544 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi, 19 jembatan putus, dan 44 ruas jalan tertutup material longsor atau terputus akibat banjir.

Tim gabungan yang terdiri dari BNPB, BPBD Sumatera Utara, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan terus bekerja siang malam untuk melakukan evakuasi korban, pencarian orang hilang, pembukaan akses jalan, serta distribusi bantuan logistik.

Baca Juga:
"Kami terus memaksimalkan upaya evakuasi dan pembukaan akses menuju wilayah-wilayah yang terisolir. Kondisi cuaca dan medan yang berat menjadi tantangan tersendiri," demikian disampaikan dalam keterangan resmi.

Sejumlah alat berat telah ditempatkan di berbagai titik untuk mempercepat pembersihan material longsor dan memulihkan akses jalan yang terputus.

Hingga Selasa sore, sebanyak 11 desa di dua kecamatan masih dalam kondisi terisolir dan belum dapat dijangkau melalui jalur darat.

Di Kecamatan Adiankoting, lima desa masih tertutup longsor dan belum bisa dijangkau, yakni Desa Siantar Naipospos sekitar 1.028 jiwa, Desa Pardomuan Nauli sekitar 702 jiwa, Desa Pagaran Lambung IV sekitar 821 jiwa, Desa Pagaran Lambung III sekitar 783 jiwa dan Desa Pagaran Lambung I sekitar 1.266 jiwa.

Sementara itu, di Kecamatan Parmonangan, enam desa belum dapat diakses yaitu, Desa Pertengahan sekitar 588 jiwa, Desa Hutatua sekitar 345 jiwa, Desa Manalu Purba sekitar 1.626 jiwa, Desa Batuarimo sekitar 392 jiwa, Desa Purba Dolok sekitar 509 jiwa dan Desa Hutajulu Parbalik sekitar 290 jiwa.

Kondisi medan yang curam, risiko pergerakan tanah yang masih tinggi, serta curah hujan yang terus turun menjadi kendala utama pembukaan akses darat.

Kabar menggembirakan datang dari tiga desa yang sebelumnya terisolir. Per tanggal 1 Desember 2025, tim darat berhasil menembus akses menuju Desa Banuaji I sekitar 852 jiwa dan Desa Banuaji IV sekitar 1.057 jiwa di Kecamatan Adiankoting.

Desa Pagaran Lambung I juga telah berhasil dijangkau oleh tim darat, sehingga distribusi bantuan dan evakuasi warga dapat dilakukan lebih optimal.

Untuk memastikan kebutuhan dasar warga di wilayah terisolir tetap terpenuhi, bantuan logistik sementara disalurkan melalui jalur udara menggunakan helikopter. Bantuan yang disalurkan meliputi makanan, air bersih, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

"Distribusi via udara menjadi solusi sementara sembari menunggu pembukaan akses darat yang terus dikerjakan oleh tim gabungan dengan alat berat," demikian penjelasan dari posko komando.

Di Kecamatan Adiankoting, terdapat dua lokasi pengungsian utama yang menampung warga dari desa-desa terdampak yakni, Desa Sibalanga menampung sekitar 1.500 pengungsi dari tiga posko pengungsian dan Desa Lobu Pining menampung sekitar 700 pengungsi dari dua posko pengungsian.

Para pengungsi mendapat bantuan logistik berupa makanan, air bersih, selimut, pakaian, serta pelayanan kesehatan dari tim medis yang ditempatkan di lokasi pengungsian.

Berbeda dengan Kecamatan Adiankoting yang sudah memiliki dua desa aman sebagai lokasi pengungsian, kondisi di Kecamatan Parmonangan lebih kritis. Seluruh desa yang terdampak masih dalam kondisi terisolir dan belum dapat dijangkau sama sekali melalui jalur darat.

Akses menuju kecamatan ini terputus akibat longsor di banyak titik serta kerusakan jalan kabupaten yang cukup parah. Tim gabungan terus berupaya membuka akses dari berbagai arah menggunakan alat berat.

Pemerintah Kabupaten Taput mengimbau, agar masyarakat untuk tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah ini masih tinggi dan berpotensi memicu banjir bandang atau longsor susulan.

Warga yang berada di wilayah rawan longsor diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sementara itu, warga yang berada di sekitar aliran sungai diminta untuk terus memantau ketinggian air dan bersiap untuk evakuasi sewaktu-waktu.

Pihak berwenang juga memasang warning system di sejumlah titik rawan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Taput telah menetapkan status tanggap darurat bencana melalui SK Bupati Taput Nomor 552 Tahun 2025. Status tanggap darurat ini berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 25 November hingga 9 Desember 2025.

Status ini memungkinkan percepatan penanganan bencana, termasuk kemudahan dalam mobilisasi sumber daya, penggunaan anggaran darurat, serta koordinasi antar instansi.

Adapun dampak bencana Taput yakni, korban jiwa 34 orang meninggal dunia, korban hilang 14 orang, korban luka-luka 3 orang. Kemudian, Warga terdampak 15.765 jiwa, pengungsi sekitar 2.200 jiwa (di Kec. Adiankoting), rumah rusak 544 unit, jembatan putus 19 unit, ruas jalan rusak sebanyak 44 ruas dan desa terisolir 11 desa (5 di Adiankoting, 6 di Parmonangan) (**)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sudung Situmorang Monitoring Penanganan Kasus Korupsi di Sumut
REI Sumut Siap Bangun 1.067 Rumah Polri
DPRDSU: Kemandirian APBD Sumut Membaik
Polda Sumut Panggil Pria Berinisial FD Terkait Dugaan Suap Bupati Remigo Berutu
IMI Sumut Optimis Reli Internasional Hadir
5 Karateka Shindoka Sumut Dipanggil Ikuti Kejuaraan APSKF
komentar
beritaTerbaru