Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 04 Mei 2026

Viral Video SPBU Tarutung Kehabisan BBM dalam Sejam, Ini Penjelasan dan Aturan Baru Pemkab

Anwar Lubis - Minggu, 07 Desember 2025 11:43 WIB
1.104 view
Viral Video SPBU Tarutung Kehabisan BBM dalam Sejam, Ini Penjelasan dan Aturan Baru Pemkab
Foto: Tangkapan Layar
Tangkapan layar video viral menunjukkan antrean panjang kendaraan di SPBU Tarutung, Kabupaten Taput, Jumat malam (6/12/2025). Warganet mempertanyakan cepatnya BBM habis meski baru saja mobil tangki melakukan bongkar muat.

Taput(harianSIB.com)

Video viral memperlihatkan kondisi mencengangkan di SPBU Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Dalam video yang beredar di media sosial, mobil tangki BBM yang baru tiba justru dilaporkan kehabisan stok hanya dalam waktu kurang dari sejam.

"Mobil tangki tiba di SPBU pukul 22.16 WIB, selesai bongkar pukul 23.10 WIB. Pihak SPBU mulai bekerja mengisi BBM ke masyarakat. Singkat cerita, pukul 01.20 pihak SPBU mengatakan kalau minyak sudah habis," tulis warganet dalam postingan yang viral di Facebook dan media sosial lainnya.

Warganet mempertanyakan kelogisan situasi tersebut. "Logikanya, apakah mungkin minyak tersebut habis dalam waktu hanya satu jam ?" tanya pengunggah video yang langsung menuai puluhan interaksi.

Baca Juga:
Dalam postingan lain yang juga viral, seorang warga menggambarkan kondisi antrean malam hari di SPBU Tarutung yang semakin mengular.

"Kondisi malam ini di SPBU Tarutung. Setiap hari minyak masuk ke SPBU Tarutung 8 ton. Secara logika berpikir, seharusnya antrian semakin sedikit, tetapi kenyataannya yang terjadi semakin bertambah," ungkap warganet tersebut.

Padahal, menurut informasi yang beredar, di Kabupaten Taput terdapat beberapa SPBU lain seperti di Sipoholon, Sipahutar, Sarulla, dan Adiankoting.

Video dan postingan viral tersebut juga memuat imbauan kepada sesama warga. "Buat saudara-saudaraku, buat yang sudah dapat BBM untuk istirahat. Berikan buat saudara-saudara kita yang belum dapat BBM biar mereka kebagian BBM. Jangan biarkan keserakahan menghantui diri kita," demikian imbauan yang tertulis.

Merespons kelangkaan BBM yang terjadi, Pemerintah Kabupaten Taput mengeluarkan kesepakatan bersama pada Jumat (5/12/2025), sehari setelah video viral tersebut beredar.

Kesepakatan ini melibatkan Pemkab Taput, TNI, Polri, Kejaksaan dan PT Pertamina untuk mengatur distribusi BBM selama masa tanggap darurat bencana alam hidrometeorologi.

Bupati Taput telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam hidrometeorologi melalui Keputusan Nomor 552 Tahun 2025. Kelangkaan BBM terjadi akibat dampak bencana yang melanda wilayah tersebut.

Berdasarkan kesepakatan bersama, mulai 6 hingga 9 Desember 2025, penggunaan jerigen untuk membeli BBM tidak akan dilayani di SPBU. Aturan ini bertujuan menghindari penimbunan dan memastikan distribusi BBM lebih merata.

Pengecualian diberikan untuk kebutuhan tanggap darurat bencana, dengan syarat pembeli memiliki surat rekomendasi yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Taput.

Pemerintah juga memberlakukan pembatasan volume pembelian BBM untuk setiap kendaraan.

Adapun sepeda motor maksimal 3 liter untuk Pertalite dan Pertamax, kendaraan roda empat maksimal 20 liter dan kendaraan roda enam atau lebih maksimal 30 liter.

"Untuk tertibnya penyaluran, pihak SPBU menyediakan jalur pengisian untuk masing-masing pengguna sepeda motor dan mobil," bunyi kesepakatan tersebut.

Kesepakatan juga mengatur distribusi BBM ke wilayah yang tidak memiliki SPBU. Pihak SPBU dapat bermitra dengan pihak ketiga untuk mengecer BBM, disertai surat rekomendasi dari Pemkab Taput melalui Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA).

Harga eceran tertinggi yang ditetapkan adalah, Pertalite Rp 13.000 per liter, Biosolar, Rp 10.000 per liter dan Pertamax Rp 16.000 per liter.

TNI dan Polri melalui Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan serta Kepala Bagian Perekonomian dan SDA akan mengawasi dan menertibkan penyaluran BBM kepada masyarakat.

Untuk mengurangi kemacetan di lokasi SPBU, pihak keamanan TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan akan melakukan penertiban lalu lintas.

Pemkab Taput bersama aparat keamanan TNI, Polri, dan Kejaksaan juga akan melakukan monitoring bersama terhadap pelaksanaan pendistribusian BBM, termasuk ke wilayah yang tidak memiliki SPBU.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU Tarutung atau PT Pertamina terkait dugaan habisnya BBM dalam waktu singkat seperti yang diunggah dalam video viral tersebut (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Minta Harga BBM Nonsubsidi Turun
Protes Kenaikan BBM di Prancis, 1 Orang Tewas
Hina Keturunan Siraja Borbor Lewat Siaran Langsung Facebook, Christian Sianturi Diamankan Polisi
PSI Polisikan Akun Facebook yang Tuding Grace Natalie Pelacur
Viral Video Simulasi Lion Air JT 610 Jatuh di Medsos, Ketua KNKT: Hoax
Alat Ukur Pada Pompa BBM Tak Sesuai Aturan, SPBU Bisa Dipidana
komentar
beritaTerbaru